Terimakasih

Terimakasih

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 9, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Tagsrindu
waktu berhasil mengingatkan ku akan sosokmu. sosok yg pernah memperjuangkan ku tanpa aku tahu sebesar apa itu.Pengorbanan, kasih sayang, bahkan kesetian aku rasa cukup besar yang ku dapat darimu. Bukan maksudku mengabaikan semua itu, hanya saja aku yg terlalu diperlakukan spesial olehmu, sehingga membuat ku bertindak sesuka hati ku. Aku terlalu percaya diri bahwa kau takkan pernah pergi untuk mengakhiri. sayangnya kepercayaan diriku yg begitu tinggi menjatuhkan ku, hingga aku tersadar bahwa kau juga manusia biasa. Yang mempunyai batasan bahkan rasa bosan. Ternyata benar selama ini,kita akan merasa kehilangan setelah orang itu pergi dan benar benar meninggalkan. terima kasih karena kau telah mengajarkanku apa artinya menjaga sebuah hubungan. aku percaya pada takdir Tuhan. jika memang kau yang ditakdirkan untukku aku yakin suatu saat kau pasti kembali. namun jika Tuhan mengirimkan mu padaku hanya untuk mengajarkan padaku pentingnya menjaga apa yang telah kita miliki maka aku akan tetap berterima kasih karena telah menghadirkan sosok mu.
All Rights Reserved
#258
rindu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Paket dari Tuhan
  • Perjalanan Cintaku...
  • Love In Silence
  • Kutinggalkan dia karena Dia
  • Garis Singgung
  • Datang Untuk Pergi
  • Cinta Dua Arah ( On Going )✨
  • di akhir perang

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines