With you

With you

  • WpView
    Reads 10,612
  • WpVote
    Votes 540
  • WpPart
    Parts 39
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 11, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
16+ "Maaf buat kejadian malam itu." Manda menoleh, sedikit tidak percaya mendengar Nava mengucapkan kata maaf. Nava menghela nafas panjang, nunggu jawaban Manda butuh berapa lama sih? "Make it right. And you're mine, right now." Deg! "Kok gitu sih? Gue belum jawab apapun!" Protes Manda. Gak terima kalo Nava main claim dirinya sebagai pacarnya. "I don't care." Jawab lelaki itu sambil mengangkat bahunya tidak peduli. ⚠️belum di revisi⚠️ *** Hai semuanya! Mohon dukungannya yaa! ♡♡ Please vote, comment and give me positive responded! <3 Highest rank🏆 #1 in nava (160321) #1 in Taran (160521) #4 in dasha (230521) #3 in Manurios (010321) #5 in Manda (160321) #5 in With you (260421) ©2020 by inijaraa_
All Rights Reserved
#69
withyou
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lantas (END)
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]
  • The Teacher Is My Husband (END)
  • TROUBLE MAKER (OPEN PO)
  • My Crush [ END ]
  • MY BABY BOYFIE [END]
  • My Cruel Boyfriend [COMPLETED]
  • RAVASYA [END]
  • ARJUNA
  • Fallin' For You [Vsoo] ✔

PERINGATAN ⚠️ Di beberapa part terdapat adegan kekerasan dan kata-kata kasar! ------------------------- Navisha Aqila Anastasia, gadis berambut sebahu berusia 17 tahun, adalah siswi cerdas yang selalu menjadi kebanggaan sekolahnya. Memasuki awal kelas 12, ia dipertemukan dengan Arzan Nauval Abraham, siswa yang harus mengulang tahun terakhirnya. Awalnya, mereka hanyalah dua orang asing yang kebetulan duduk di bangku yang sama. Namun, waktu demi waktu menghapus jarak di antara mereka, mengubah pertemuan biasa menjadi kisah yang tumbuh di sela tawa dan diam-diam yang saling mengerti. Hingga suatu hari, ada satu hal yang menyangkut orang tua mereka yang memaksa mereka untuk menjaga jarak, seolah perasaan yang sudah terlanjur tumbuh harus dibekukan begitu saja. Haruskah mereka menyerah pada ego orang tua mereka? Atau justru melawan demi kebahagiaan yang mereka yakini? ~~~ "Terima kasih, karena pernah menjadi rumah, meski bukan yang terakhir."

More details
WpActionLinkContent Guidelines