Me Time
  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 9, 2020
Semua dari kita pasti pernah ingin lebih mengenal diri sendiri. Dimana tidak ingin di ganggu oleh siapapun, bahkan sekalipun dengan orang yang kita cintai. Hanya ingin menghabiskan waktu seharian atau bahkan beberapa hari untuk benar ingin sendiri. Bukan bermaksud untuk menutup diri, tetapi hanya ingin menikmati hidup dan mencari kebahagiaan dengan diri sendiri.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Breathe
  • ALL ABOUT US
  • Meneroka Jiwa 2
  • Serpihan Luka
  • My Bride 2 (Tamat)
  • Rasa Tanpa Kata
  • Retrospeksi | Seri Self Acceptance✅
  • Sampai Saat Ini, Aku Masih Mengagumi Dirimu
  • litle world
Breathe

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-

More details
WpActionLinkContent Guidelines