Usia 27
  • WpView
    Reads 374
  • WpVote
    Votes 86
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 11, 2020
katanya, usia 27 adalah usia yang sudah seharusnya seseorang menjalani kehidupan yang serius. Untuk kebanyakan wanita usia 25 dijadikan sebagai batas akhir masa lajang. kalau lewat dari itu pasti sudah dicap perawan tua oleh tetangga kanan-kiri, depan-belakang. tapi, Maudy tidak mau peduli dengan hal itu. Buktinya, usia 27 tahun ia masih menjalani hidup "suka-suka gue". "keberhasilan seorang wanita bukan dilihat dari seberapa hebatnya ia dalam mendidik anak. tapi, keberhasilan wanita dilihat ketika-" belum selesai Maudy bicara lelaki di hadapannya saat ini langsung memotongnya. "kamu berbicara seperti itu hanya untuk menguatkan hatimu, kan? saya tahu kamu rapuh, saya tahu kamu malu, saya tahu sebenarnya kamu merasa jijik dengan dirimu sendiri." Dan, Maudy mulai ragu dengan dirinya sendiri.
All Rights Reserved
#62
goals
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Penuaan (Dini) Arlea ✅
  • My Uncle Is My Husband (REVISI)
  • Fated: Unexpected Marriage
  • [COMPLETE] Best Friend Things
  • R A V A N I A  [ SEGERA TERBIT ]
  • I Think I'm Sexy
  • Married With Leader[END]
  • Past, Present, Future [SEGERA TERBIT]
  • Interweave
  • SAVE THE BEST FOR LAST [TERBIT]

[Diikutsertakan dalam Wattpadindo Writing Challenge] *Comedy-Romance* ××××× -Kala penampilan dan umur tidak sesuai- Mau bagaimanapun Arlea menyanggah, pasti saja lebih banyak yang tetap percaya pada bukti fisiknya. "Ya, beginilah La. Lebih banyak percaya mata dibanding telinga. Terus juga, lo makanya agak mau lah diajak perawatan dikit. biar nggak disangka tua. Udah mah penuaan dini, sifat juga kedewasaan amat." Setidaknya sang kakak mengerti, tapi.... Ia lebih banyak diomeli, sih. "Ck! Kakak tuh yang terlalu berlagak masih ABG, umur dah mau kepala tiga juga," amuknya sambil berlalu menuju kamar. "Bener-bener tuh bocah. Kena penuaan dini." Dirinya terdiam sebentar lalu bergumam, "tepatnya penuaan Arlea."

More details
WpActionLinkContent Guidelines