Sakura Dalam Dirimu

Sakura Dalam Dirimu

  • WpView
    Membaca 6
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadLengkap Sab, Mei 9, 2020
Disudut pemakaman yang hening tersungkur seorang gadis kecil berambut panjang nan manis, menangis sesenggukan berteriak, menjerit, mengamuk, berontak pada takdir sambil mengutuk langit yang pekat, entah kenapa langit selalu setuju padanya , pada perasaannya yang pilu langit saja ikut mendung oleh mantra-mantra kesedihannya. Hingga datanglah sosok dan berkata "Bangunlah", gadis kecil itu hanya menatapnya tanpa bereaksi apapun. "Bangunlah" gadis kecil itu masih saja tak bergeming dari tempat duduknya, berkata lagi sosok itu "Ayo bangunlah akan aku tunjukan padamu keabadian" perlahan gadis kecil itu berdiri dan menatap sosok didepannya "Benarkah?" tanyanya dengan sorot yang tidak percaya, "Dengan syarat kamu mau menceritakan kegelapan" jawabnya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#138
abadi
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • tokito sakura, adik dari 6 tokito bersaudara (part 2)
  • SERENDIPITY
  • The bad truth
  • Pemuda Desa
  • Innocent Man
  • ❝𝗧𝗵𝗲 𝗲𝗹𝗽𝗶𝗱𝗮❞ || my Hero academia X kafka reader
  • BoruSara after time skip
  • Rest Area
  • STRONG MOM✔

Disini aku akan menceritakan kehidupan seorang gadis kecil yang bernama Tokito Sakura. Sejak kecil sakura tidak pernah diperhatikan oleh kakak - kakaknya kecuali aichiro karena kelahiran sakura menyebabkan ibunya meninggal. akan tetapi aichiro tidak mempedulikannya ia tetap merawat sakura dengan baik. hingga di saat sakura menginjak usia 8 tahun ia memiliki kemampuan istimewa yang tidak bisa dimiliki oleh orang lain dan aichiro pun merasakan hal yang sama. bagaimana kisah kelanjutannya? silahkan dibaca ya teman-teman lanjutan cerita di akun hp yang satunya

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan