CINTA SAMPAI MATI

CINTA SAMPAI MATI

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 11, 2020
Kata orang, suamiku itu sempurna. Dia baik, ramah, lembut, pekerja keras, taat agama, dan... Tampan. Namun..semua itu tak ada yang bisa menyentuh relung hatiku, karena aku....tidak mencintainya. Aku membencinya, karena menikah dengannya kehidupanku berubah 180 derajat. Tapi, karena satu ikatan itu, perlahan aku sulit memahi diriku. Ikatan yang membuatku terkadang penasaran dengannya. Ikatan yang membuatku diam-diam memperhatikannya. Ikatan yang membuatku selalu menatapnya saat matanya tertutup. Sekuat itu kah, ikatan pernikahan?
All Rights Reserved
#58
bencidancinta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FAITH: My Second Marriage (Buku Ready)
  • My Perfect Husband
  • My little wife
  • Mengagumi Dalam Diam
  • Cause I Love You
  • LOVE IS YOU (Tahap Revisi)
  • Cintaku Hanya Untukmu Istriku
  • Pengantin Bayangan (SELESAI)
  • WEDLOCK [END]

Centana, perempuan 30th yg memiliki trauma pada pernikahan, tiba-tiba harus dihadapkan dengan sebuah insiden mengejutkan. Ia terbangun dan mendapati dirinya telah menikah dengan seorang lelaki yang jauh lebih muda. Juna, lelaki 26 th, seorang player berdarah dingin yang membenci sebuah ikatan, begitu marah pada orang-orang yang mengatakan padanya bahwa ia telah menikah dengan seorang janda beranak dua, membuat Juna begitu benci pada perempuan itu. Sangat benci. Bagaimanakah keputusan Centana dan Juna selanjutnya? Apakah mereka akan tetap mempertahankan pernikahan aneh itu, ataukah memilih untuk berpisah? Apa yang sesungguhnya telah terjadi? Bagaimana mereka bisa tiba-tiba menikah tanpa mereka sadari? ° Juna ° Janda. Aku mengerjap beberapa kali dan berusaha menenangkan gemuruh itu. Janda. Ia seorang janda dengan dua bocah. Mereka berdiri tepat di hadapanku. Tanpa dosa. Ini sangat menyesakkan. Aku tidak bisa bernapas. "Ini pasti sebuah kesalahan, Pap. Tidak mungkin kalau aku telah menikahi seorang janda yang--" Kalimat itu tercekat sesaat di tenggorokan. Aku mengedikkan bahu dengan sengaja, sebagai sebuah ejekan yang menyedihkan. "Yang lebih tua dariku," lanjutku kemudian. Dengan cepat kupalingkan arah pandang dari perempuan itu. Wajah tanpa dosanya membuatku muak. Sangat muak! ° Centana ° Mungkin, seharusnya aku tidak datang dan menghadapi hinaan-hinaan yang mencelat tanpa permisi dari mulut lelaki itu. Mungkin, seharusnya, sejak aku menemukan diriku terbangun di ranjang itu, aku segera pergi dan tidak kembali lagi seperti ini. Lelaki itu... Lelaki manja yang tengah merengek-rengek pada ayah dan ibunya itu... Ia pasti belum pernah menghadapi bagaimana hidup di dalam sebuah neraka. Tidak seperti aku, dan anak-anakku. Dan itu membuatku muak. Membuatku ingin menunjukkan padanya, apa arti dari neraka kepedihan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines