Assalamu'alaikum Cinta

Assalamu'alaikum Cinta

  • WpView
    LECTURAS 34
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, may 14, 2020
Ini bukan cerita tentang kisah Layla & Majnun. Apalagi kisah cinta klasik dari negeri Timur lainnya. Bukan pula tentang kisah Romeo dan Juliet yang di kisahkan oleh Pujangga dari Avon-William Shakespeare. Seorang pujangga, dramawan, dan aktor Inggris yang dianggap sebagai penulis drama berbahasa Inggris terhebat dan termasyhur di dunia. Melainkan, cerita ini berkisah tentang dua orang anak manusia yang saling mencari, menemukan dan mencintai. Kisah yang berawal dari reaksi kimia, reaksi yang membuat jantungmu berdegup kencang dan senyum yang selalu terpatri di wajah. Bukan hanya itu, kisah ini juga berawal dari sepasang hati yang patah dan tak mampu mengepakkan sayap karena terbelenggu masa lalu. Namun pada akhirnya, tulang rusuk selalu mengenali pemiliknya. Karena Hawa tercipta untuk Adam dan tulang rusuk takkan pernah tertukar.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • ANTARA DOA DAN RASA
  • Cinta Yang Dingin Hati Yang Tersimpan (Fredel)
  • They Are DENVIA
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • H A T E(END)
  • Until You love Me
  • Antara Lagu dan Buku
  • cinta tak pernah padam
  • Where Do I Begin

Setelah patah hati yang mengajarkan luka lebih dalam dari sekadar kehilangan, Lili bersumpah tak ingin jatuh lagi. Tapi takdir mempertemukannya dengan lelaki sederhana yang hadir tanpa janji manis tapi penuh makna. lelaki itu berbeda. Bukan hanya caranya mencintai, tapi juga arah doanya. Semakin dekat mereka, semakin jauh kenyataan membawa. Di antara senyuman dan air mata, mereka menyadari: cinta bisa tumbuh di mana saja, tapi tak selalu bisa tinggal. Ini adalah cerita tentang dua hati yang saling menemukan, tapi tak bisa memiliki. Bukan karena tak cinta tapi karena mereka terlalu percaya. Apakah rasa bisa tetap tumbuh meski arah tak sejalan? Atau justru mereka harus memilih, antara cinta yang hangat... atau keyakinan yang tak bisa dikompromi?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido