ALEMBANA SAHAJA

ALEMBANA SAHAJA

  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 9, 2020
Kisah ini menceritakan tentang perjuangan darah biru di kehidupan masyarakat zaman kolonial belanda dimasa awal abad ke-19. Seorang bangsawan di tanah jawa yang terkemuka memiliki empat orang putri yang sangat cerdas nan cantik. Mereka adalah hasil pernikahan ayahanda sang bangsawan jawa yang mempunyai perkebunan teh, gandum dan industri logam pertama di tanah jawa , dengan seorang wanita berketurunan belanda yang dibawa pemerintah kolonial hindia belanda untuk kepentingan sosial-politik di kawasan Nusantara. Putri-putri tersebut memiliki ambisi, prinsip dan kekuatan tersendiri untuk melanjutkan misi hidupnya masing-masing dan memperoleh persatuan yang mutlak baik dari rakyat pribumi, volksraad (dewan rakyat) dan pemerintah tertinggi kolonial Hindia Belanda, guna terciptanya keadilan bersama. Akankah putri-putri tersebut berhasil mendirikan keadilan hakiki di tanah jawa, hingga seluruh Nusantara? Simak cerita selengkapnya dalam buku berjudul "Alembana Sahaja" karya M.Bintang Ramadhan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ellie's Redamancy
  • TRIASIH [SELESAI]
  • STETOSKOP TUA
  • di bawah langit hindia
  • GARBHAPATI
  • AKHIR PERMULAAN [SELESAI]
  • Right Person, Wrong Time.
  • [Lacrimosa]; Dara-Dara Runtuh

-Redamancy- A love returned in full; Ini tentang isi hati seorang gadis Belanda yang ditinggal oleh laki-laki yang selalu mengisi penuh hatinya. Ia membenci pribumi, namun ia tergila-gila pada laki-laki yang memiliki setengah darah pribumi dalam dirinya; Hoesni. Elizabeth harus menelan pahit kenyataan cintanya tak pernah berbalas, memaksakan diri untuk melupakan laki-laki itu dan menikah dengan seorang pengusaha kaya raya berkebangsaan Belanda di Bandoeng. Namun ternyata ia tak hanya membenci inlander, ia juga membenci suaminya. Ia gagal memperbaiki retak yang ada di hatinya. Ia tak lagi percaya cinta, ia tak lagi percaya kebaikan Tuhan. Dengan segala kebencian yang ia miliki terhadap para inlander dan bangsanya sendiri, siapa sangka seorang laki-laki bumiputera yang bekerja sebagai tukang kebun di rumah suaminya hadir dan mulai mengisi segala retak yang ada? Kini Elizabeth turut membenci takdir yang diberikan Tuhan kepadanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines