Finally Lost The Answer

Finally Lost The Answer

  • WpView
    LECTURES 103
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Chapitres 13
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mer., juil. 1, 2020
Matanya mulai mengeluarkan air mata hingga air pun jatuh membasahinya tak menyangka apa yang dia lihat di depan matanya. Dia pun menghampiri nya meletakan kepalanya, dia menangis sekencang-kencangnya menatap seseorang yang ia sayang terbaring lemah dengan darah di mana-mana. "Bertahan buat aku. aku mohon pliss jangan tinggalin aku hiks...hiks"tangisnya. "Heyy de-ngerin aku jangan nangis aku gak suka liat kamu kaya gini. Aku sayang banget sama kamu terimakasih un-tuk semu-anya aku pergi yah kamu jaga diri kamu baik² Iloveyou" "Nggak kamu gk boleh pergi kamu harus bertahan demi aku pliss aku mohon hiks jangan pergi" semuannya pun berakhir tidak akan ada yang mengisi hari-harinya, menghiburnya, membuat nya selalu tersenyum dunianya telah pergi meninggalkan nya sendiri. Dunianya hancur kini orang yang sangat dia cintai telah meninggalkan nya untuk selama nya. Bagaimana sakit nya menjadi aku, menjadi seseorang yang sangat rapuh karna kehilangan mu. Ketahuilah setelah kamu pergi hati ku terlalu sakit untuk membuka lembaran baru lagiii. Jadi? Bisakah kau kembali di sisiku menemani hari² gelapku, tak bisakah kamu tau hidupku hancur setelah kepergian mu. Aku mohon kembalilah.. Dan nyatanya tidak bisa Baca ceritanya ya maap aja kalo part pertamanya agak membosankan wkw tapi di jamin seru:)
Tous Droits Réservés
#16
lambeturah
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Alamanda (Telah Terbit)
  • Misunderstand
  • OUR STORY (ZLS)
  • The Fate Of My Life (END)
  • Syerli And The Wounds That Never End
  • Meeting First Love
  • SINGKAT
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • Arsyilazka

Fiksi ini bercerita tentang kehidupan Alam yang penuh derita. Sejak kecil ia sudah menjadi gelandangan dengan kecacatan yang menambah kesulitan hidupnya. Setelah beberapa kali Alam mencoba untuk bunuh diri, ia selalu selamat. Namun, ketika ada satu hal yang membuatnya merasa lebih baik untuk melanjutkan kehidupan, ia justru mengalami kecelakaan yang tak diinginkannya. Seiring berjalannya waktu, Alam berhasil memperbaiki hidupnya walau pada akhirnya ia harus kehilangan wanita yang sangat dicintai olehnya. Bukan hanya Alam. Si cantik Manda juga merasakan derita yang serupa. Luka membuatnya menganggap bahwa mengakhiri hidup adalah jalan keluar satu-satunya. Menjadi seorang pelacur tentu bukan cita-citanya. Sayangnya, ia terjebak di keadaan pedih tersebut dengan perasaan yang kian tersiksa. Manda terus berusaha untuk keluar dari dunia bak penjara itu, apapun yang terjadi, bagaimanapun luka yang tercipta ia yakin bahwa peluang untuk bahagia masih ada untuknya. Alam: Aku merasa telah menjadi sampah dunia yang tak berguna. Juga seperti abu yang sudah terbakar berkali-kali. Pernah aku mencoba untuk mengakhiri hidup. Sekali, dua kali, tiga kali, tapi aku selalu selamat. Lalu aku kembali menabrakkan diri dan menjatuhkan diriku yang cacat dari ketinggian serta menelan racun. Aku, tetap selamat. Cahaya putih dapat kulihat lagi saat aku terbangun. Jika orang lain berbahagia karena masih berkesempatan untuk hidup di dunia, aku justru merasa tersiksa setiap kali gagal membuang nyawaku. Manda: Lima tahun setelah pernikahan Ayah dan ibuku, lahirlah aku. Bayi perempuan yang katanya tidak pernah diharapkan oleh ayahku. Aku tidak mampu mengingat banyak hal tentang kehidupan masa kecilku. Tapi peristiwa mengerikan yang pertama adalah di saat aku berusia 14 tahun. Aku dipaksa menjadi seorang pelacur.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu