Story cover for 24 HOURS by kaylarahma15
24 HOURS
  • WpView
    Reads 248
  • WpVote
    Votes 91
  • WpPart
    Parts 10
  • WpView
    Reads 248
  • WpVote
    Votes 91
  • WpPart
    Parts 10
Ongoing, First published May 09, 2020
Karena masalalunya yang hilang membuat Revan menjadi tak karuan, Revan tidak bisa melupakan begitu saja sampai akhirnya Revan memilih untuk mencari pelampiasannya.

Namum pelampiasanpun tidak cukup untuk melupakan Mauren, justru semakin membawa banyak masalah dihidup Revan.

Namun berbeda ketika Revan bertemu dengan Camelia Eidelweis yang membuatnya ingin memperjuangkannya, namun tak disangka, Camelia justru menghindari Revan dan mengatakan "bahwa manusia itu sesekali harus ditampar"
All Rights Reserved
Sign up to add 24 HOURS to your library and receive updates
or
#345sekolahan
Content Guidelines
You may also like
diagnosis hati  by watermelongirlss
6 parts Ongoing
Raisa Ayu Nararya sudah dikenal di preklinik sebagai mahasiswi yang mudah bergaul. Dia tak pernah ragu untuk menyapa siapa pun, bahkan dengan orang yang baru dikenalnya sekalipun. Namun, ada satu orang yang selalu membuatnya penasaran-Harsa Adikara, teman sekelas yang terlihat serius dan sangat tertutup. Harsa, dengan sikap dinginnya, seolah tidak tertarik untuk bergaul kepada siapa pun, bahkan dengan Raisa yang sering kali coba mendekatinya. Raisa sebenarnya sudah lama menyukai Harsa, meskipun dia tahu Harsa bukan tipe orang yang mudah didekati. Semua teman-temannya di preklinik tahu bahwa Raisa punya perasaan pada Harsa, namun Harsa tetap dengan sikap dinginnya. Raisa bahkan sering melontarkan candaan tentang perasaannya kepada teman-temannya, meski ia sadar Harsa tak akan pernah menanggapi. Namun, segalanya berubah setelah mendapat kabar mengejutkan-Raisa dan Harsa dipasangkan dalam satu tim koas. Mereka berdua harus bekerja bersama dalam satu shift jaga di rumah sakit, dan tentu saja, ini membuka kesempatan baru bagi Raisa untuk lebih dekat dengan Harsa. Tugas-tugas medis yang intens membuat mereka berdua sering berinteraksi. Raisa yang luwes dan apa adanya, mencoba untuk lebih dekat dengan Harsa, meskipun dia selalu mendapat respons yang terkesan dingin. Harsa yang selalu terlihat tidak tertarik dengan hubungan sosial pun mulai merasa kebingungan dengan perasaan Raisa yang terus-menerus menggodanya. Meskipun begitu, Harsa tetap menjaga jarak, seolah ada sesuatu yang menghalanginya untuk membuka hati. Harsa mulai merenung. Mengapa dia begitu menahan diri? Mengapa dia begitu sulit untuk percaya bahwa hubungan bisa berjalan baik-baik saja? Apakah ada yang salah dengan hatinya? Harsa mulai berusaha mencari jawaban atas pertanyaannya sendiri, mencoba mendiagnosis perasaan dan ketakutannya akan hubungan dengan orang lain-terutama dengan Raisa, yang terlihat begitu percaya diri. Akankah Harsa akhirnya mampu membuka hati dan mempercayai cinta? #kedokteran
You may also like
Slide 1 of 8
Hope Was My Mistake cover
The End of Perfect (On going) cover
The Hoodie Girl (Gadis Hoodie Merah) cover
Keep One Heart cover
janji kecil  cover
Aira cover
diagnosis hati  cover
Bucin Ala Al [END] cover

Hope Was My Mistake

11 parts Ongoing

Dengan segenggam mimpi dan doa orang tuanya, Belvina, seorang gadis muda dari kota kecil, berangkat ke Jakarta untuk mengejar cita-citanya. Di balik senyumnya yang penuh harap, tersimpan tekad dan janji: ia harus berhasil, demi keluarga yang telah mengorbankan banyak hal demi masa depannya. Jakarta tidak ramah sejak awal-keras, penuh tuntutan, dan kerap membuatnya nyaris menyerah. Di tengah keterasingan itu, hadir Mahesa, seorang pria yang memberikan kenyamanan dan tempat bersandar. Mahesa menjadi rumah kedua bagi Belvina, tempat ia pulang saat dunia terasa terlalu berat. Ia menggantungkan banyak hal pada laki-laki itu: semangat, harapan, bahkan arah hidupnya. Namun lambat laun, kabut mulai menyingkap misteri yang disimpan mahes. Satu demi satu rahasia itu mencuat-tentang masa lalunya, tentang pilihan hidupnya, tentang siapa dia sebenarnya. Kehidupan Belvina perlahan terguncang, hingga ia sadar bahwa terlalu bergantung pada seseorang bisa membuatnya kehilangan dirinya sendiri. Di antara runtuhnya kepercayaan dan kaburnya tujuan, Belvina dihadapkan pada pilihan: tetap tinggal dalam ketidakpastian bersama Mahesa, atau bangkit sendiri dan mengingat kembali alasan mengapa ia merantau. Perjalanannya menjadi lebih dari sekadar mengejar mimpi-melainkan juga menemukan jati diri dan keberanian untuk berdiri, walau sendirian.