Abang Jodoh

Abang Jodoh

  • WpView
    Reads 71
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 9, 2020
"Ayo nikah!" "Eh? Katanya Kakak mau nikah sam-" "Nggak jadi. Maunya nikahnya sama kamu. Sekarang juga." Ayra terkejut bukan main. Lika-liku luka kini semuanya terbayar oleh rasa sakit yang amat sangat menyakitkan.
All Rights Reserved
#24
cadar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rohis Love Location #WATTYS2019
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Iiiiiih, Mas Kahfi!
  • Prema Sutram [Completed✔️]
  • Setinggi Tujuh Tombak [END]
  • Simfoni Takdir ✔
  • (menuju) Jodoh Halalku [TAMAT]
  • Aku Tersentuh Cinta
  • Bukan Negeri Dongeng
  • RADAR KEMBALI [SELESAI]

Pria itu tampak tersenyum tipis. "Aku tidak tahu, tapi aku sungguh tidak menyukai itu. Aku dekat denganmu hanya sebatas karena rekan kerja saja, sama seperti aku dengan Aara. Bahkan aku rasa aku lebih dekat dengan Aara. Tapi apapun alasan mereka mengatakan aku mempunyai hubungan denganmu, aku sangat berharap kalau kamu mempunyai pikiran sesuai apa yang aku harapkan. " Dia menarik napasnya panjang lalu membuangnya. "Aku harap kamu juga seperti aku. Aku menganggapmu sebagai rekan kerjaku, dan kamu pun begitu, menganggapku hanya sebagai rekan kerjamu. Jangan merasakan apapun padaku melebihi batas itu. Aku harap, kita tidak terjebak dalam rasa yang tidak seharusnya timbul, Nafsiyah." Karena cinta tak selamanya berwarna merah jambu. Adakalanya kita harus merasakan pahit dan kelamnya warna kelabu. Tapi nikmati saja, luka yang seolah tak berujung ini bisa jadi akan aku rindukan suatu saat nanti. Karena pada saat itu, setidaknya aku masih bisa bersamamu. Ilyasa Khalifatul Kahfi

More details
WpActionLinkContent Guidelines