Inces Dan Dua Pengawal

Inces Dan Dua Pengawal

  • WpView
    LECTURAS 1,061
  • WpVote
    Votos 91
  • WpPart
    Partes 8
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, oct 28, 2021
"Bisa-bisanya anda menyia-nyiakan ibu saya, sedangkan di luar sana banyak orang yang ingin selalu tidur hanya agar mampu bermimpi bisa berada di posisi anda!" Inces mendaratkan sebuah tamparan pada pipi Awan. "Berani-beraninya!" Awan melepaskan tangannya yang sedari tadi mengandeng Bulan dan Princesuntuk membawanya pergi dari rumah mendadak tertunda, ia harus memberi anak kecil ini pelajaran terlebih dahulu! "Sudah!" Peringatan dari ayah kandung Awan, ia sudah tidak mampu diam saja menyaksikan anak kandung dan cucunya berkelahi, ia harus meluruskan semuanya, atau Awan akan kehilangan lagi. "Cukup ayah, izinkan aku menampar wanita jalang ini!" "Akanku patahkan setiap persendian tangannya yang telah lancang menyakiti ibuku!" Inces menyuruh Mentari duduk di kursi dengan lembut. "Anak ini tak tahu malu kakek...." Sebuah tamparan keras hendak mendarat di pipi Inces, dengan cepat Inces menangkis dan mendorong Awan dengan tubuh mungilnya. "Jangan mentang-mentang kamu cucu tuan Abdinata, kamu bisa berbuat seenaknya!" "Dasar anak jalang!" Maki Awan sudah tidak mampu menahan amarahnya. "Cukup Awan, jangan lakukan itu anakku. Atau kau akan menyesal untuk kedua kalinya." Ayah kandung Awan tertatih perlahan mendekati dua orang yang sangat ia cintai. Seiri rumah keluarga Mentari hanya menjadi penonton dengan linangan air mata tanpa mampu berbuat apa-apa, sial mereka sudah terikat janji! PLAK! Awan berhasil menampar pipi mungil Inces. "Sungguh aku tak akan pernah menyesali perbuatan ini untuknya, si perebut keluarga!" "Lagi-lagi kau menamparku karena wanita itu ayah." Inces mulai menangis, rasa trauma akan masa lalunya kini mulai hadir. Kedua kaki kekar Awan mendadak membeku, memorinya berputar ke masa lalu di mana ia pernah menampar putri kandungnya sebelum ia kehilangan jantung hatinya itu. Awan jatuh berlutut, rasa sesalnya mulai hadir, ia menangis sejadi-jadinya ketika sadar seorang gadis kecil yang ia maki sedari tadi adalah putri kandungnya yang asli. M.L.E.S
Todos los derechos reservados
#370
kematian
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • A. Y. T. D. A (ANAK YANG TAK DIANGGAP)
  • Queen And Her Devil Boy {Completed)
  • Jovanka dan Abang Kembar
  • Baby Canny
  • My Name is SYANARA (COMPLETED)
  • Maaf (Sequel Off T.A.A.O) | SELESAI REVISI
  • Alinka's Story! [Completo]
  • 🏮Fu Jiuxiao and Jiang Li (√)🏮
  • MORE CLOSER (Sudah Terbit)

Pagi begitu cerah dedaunan bergemuruh turun secara bersamaan! Semerbak yang begitu harum dan menawan matahari yang begitu terang menarangi seluruh alam semesta. Terlihat seorang gadis sedang berdiri tampak menghirup udara. "Hufffff! Sejuk sekali!? Awannya sangat cerah dan indah... " Ujar seorang gadis mungil nan cantik angun bak bidadari! Tapi secantik apapun dia dia tetap tidak diinginkan oleh sang orang tua! Kelahiran gadis itu membuat sang papa harus melawan orang tuanya sendiri nenek gadis tersebut dan harus kehilangan nyawa sang kakek semenjak gadis mungil tersebut dilahirkan. "Kalau kamu tidak menginginkan nya biar kan mama yang merawatnya sendiri! Seharusnya kalian bersyukur mempunyai gadis kecil ini! Dia tidak bersalah! Papa meninggal bukan dia penyebabnya tapi kalianlah... " Nenek emosi karna gadis kecil yang masih bayi di telentang begitu keras "Silahkan bawa saja dia dari sini! Aku tidak butuh anak pembawa sial ini bersama ku jika dia disini bisa menjadi malapetaka bagiku... " "Iya mama mau lihat semampu mana kamu sukses ketika menelantarkan anakmu! Demi wanita ini kamu rela membentak ibumu sendiri! Ketika kamu tidak tau arah jalan lagi jangan berharap kalian bisa bertemu kami lagi... " Sang mama (nenek) pergi dan membawa cucu bersama dengannya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido