Inces Dan Dua Pengawal

Inces Dan Dua Pengawal

  • WpView
    Reads 1,064
  • WpVote
    Votes 91
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 28, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Bisa-bisanya anda menyia-nyiakan ibu saya, sedangkan di luar sana banyak orang yang ingin selalu tidur hanya agar mampu bermimpi bisa berada di posisi anda!" Inces mendaratkan sebuah tamparan pada pipi Awan. "Berani-beraninya!" Awan melepaskan tangannya yang sedari tadi mengandeng Bulan dan Princesuntuk membawanya pergi dari rumah mendadak tertunda, ia harus memberi anak kecil ini pelajaran terlebih dahulu! "Sudah!" Peringatan dari ayah kandung Awan, ia sudah tidak mampu diam saja menyaksikan anak kandung dan cucunya berkelahi, ia harus meluruskan semuanya, atau Awan akan kehilangan lagi. "Cukup ayah, izinkan aku menampar wanita jalang ini!" "Akanku patahkan setiap persendian tangannya yang telah lancang menyakiti ibuku!" Inces menyuruh Mentari duduk di kursi dengan lembut. "Anak ini tak tahu malu kakek...." Sebuah tamparan keras hendak mendarat di pipi Inces, dengan cepat Inces menangkis dan mendorong Awan dengan tubuh mungilnya. "Jangan mentang-mentang kamu cucu tuan Abdinata, kamu bisa berbuat seenaknya!" "Dasar anak jalang!" Maki Awan sudah tidak mampu menahan amarahnya. "Cukup Awan, jangan lakukan itu anakku. Atau kau akan menyesal untuk kedua kalinya." Ayah kandung Awan tertatih perlahan mendekati dua orang yang sangat ia cintai. Seiri rumah keluarga Mentari hanya menjadi penonton dengan linangan air mata tanpa mampu berbuat apa-apa, sial mereka sudah terikat janji! PLAK! Awan berhasil menampar pipi mungil Inces. "Sungguh aku tak akan pernah menyesali perbuatan ini untuknya, si perebut keluarga!" "Lagi-lagi kau menamparku karena wanita itu ayah." Inces mulai menangis, rasa trauma akan masa lalunya kini mulai hadir. Kedua kaki kekar Awan mendadak membeku, memorinya berputar ke masa lalu di mana ia pernah menampar putri kandungnya sebelum ia kehilangan jantung hatinya itu. Awan jatuh berlutut, rasa sesalnya mulai hadir, ia menangis sejadi-jadinya ketika sadar seorang gadis kecil yang ia maki sedari tadi adalah putri kandungnya yang asli. M.L.E.S
All Rights Reserved
#961
kematian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • End & Wait  (Revisi)
  • RAESHA (Revisi)
  • Maaf (Sequel Off T.A.A.O) | SELESAI REVISI
  • My Quuen is Bad Gril
  • Promise Me ( END )
  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • My Name is SYANARA (COMPLETED)
  • Queen And Her Devil Boy {Completed)

꧁End & Wait꧂ 𝐒𝐞𝐛𝐮𝐚𝐡 𝐤𝐚𝐭𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐞𝐫𝐡𝐚𝐫𝐚𝐩 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧𝐝𝐮𝐧𝐠 𝐦𝐚𝐤𝐧𝐚. Mencintai terkadang bisa menjadi suatu anugrah dan ujian, namun mana jika mencintai ada dalam dua dua nya anugrah sekaligus ujian yang Tuhan berikan. "Ala Terima kak" Ucap gadis itu sambil menundukkan kepala nya, gadis bernama ᴀʟᴀɴᴀ gadis cantik yang di lengkapi bulu mata lentik di kenal sebagai Ketua PMR di sekolah nya Alana sangat mencintai sean sejak pertama kali mereka bertemu kembali dan mungkin tak kan pernah berubah, mereka juga ialah teman semasa kecil tetapi sayang Sean tak menyadari itu. Tak begitu lama tuhan memberikan mereka jalan dengan sebuah perjodohan orang tua mereka, mereka pun menerima karena alana dan sean tak ingin menyakiti dan ngecewain orang tua , sedikit demi sedikit rasa itu mulai tumbuh dari kedua lalu mereka mulai menjalin hubungan pacaran. Tetapi tak selama nya jalan mulus begitu saja, ada seseorang yang tak begitu menyukai hubungan mereka bahkan mungkin itu ujian untuk alana dan Sean "INGET! Jangan sesekali lo deketin Sean lagi karena Sean hanya milik gue. " Ucap gadis itu dengan nada tinggi sambil mendorong bahu alana, alana terjatuh kepala nya terbentur diding sehinga luka ia pun meringis kesakitan di tambah pakaian nya yang juga basah. Banyak nya ujian bagi alana tuk mencintai seorang Sean dari mulai orang yang juga menyukai Sean dan yang lain nya , alana hanya bisa pasrah atas apa yang Tuhan berikan kepada nya. "Apa yang terjadi pada putri saya dok" Tanya ayah alana pada dokter itu dengan suara sendu " Putri bapa mengalami Limfoma "ucap dokter " Limfoma apa itu Dok? "Tanya ayah alana pada dokter itu " Sebuah penyakit kangker Darah yang menyerang lefosit" Jelas sang dokter ayah , dan ibu alana hanya bisa terdiam berusaha mencerna apa yang dokter itu bicarakan, menerima kenyataan bahwa Putri nya tak baik baik saja

More details
WpActionLinkContent Guidelines