We Are From The Past

We Are From The Past

  • WpView
    Reads 1,094
  • WpVote
    Votes 244
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 1, 2021
Semenjak menginjak umur ke-17 Arunika menjadi sering bermimpi tentang kejadian-kejadian lampau, tepatnya saat masa penjajahan. Ia mulai mengalami hal-hal aneh. Seperti fasih tentang sejarah kolonialisme Indonesia, tiba-tiba mendapat gambaran peristiwa lawas, bahkan kadang kepribadiannya pun berubah. Sampai ia bertemu dengan seseorang yang mengalami hal serupa. Seorang lelaki sebayanya yang bernama Abhra.
All Rights Reserved
#299
rebirth
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • YOUR EYES
  • BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [END]
  • BAYANG-BAYANG ARUNIKA
  • Janji Seribu Bulan ✓
  • Confidential
  • Mesin Waktu Untuk Nara [HIATUS]
  • Arunika (COMPLETE)
  • Nostagia dalam perjalanan
  • Langit biru dimataku [ END ]
  • RENJANA⚜ ✔
YOUR EYES

Birendra, seorang pemuda yang memiliki kemampuan membaca masa lalu dan kehidupan lampau seseorang terjebak dalam kerinduannya kepada Adhira, wanita yang ia cintai di kehidupan pertamanya. Meski sosok Adhira belum terlihat jelas dan hanya mengandalkan sepasang mata yang Birendra lihat, ia terus mencarinya di kehidupan kali ini agar bisa menepati janji masa lalunya untuk melindungi, mencintai sepenuh hati, dan meminta maaf atas tragedi yang terjadi kepadanya. Pencarian itu tanpa disadari Birendra sudah memakan waktu selama delapan tahun. Ketika ia merasa bahwa reinkarnasi Adhira tidak hidup di kehidupan yang ia jalani sekarang, sebuah keajaiban muncul. Keajaiban yang terjadi meski harus dengan keikutcampuran Birendra pada nasib temannya. Keajaiban yang menuntun Birendra kepada wanita bernama Elena yang selama ini ia cari. Keajaiban yang membawa Birendra kepada kebenaran yang sesungguhnya terjadi kepada wanita yang ia cintai sekarang. Sebuah takdir yang meminta Birendra mempertanyakan sekali lagi mengenai perasaan sebenarnya yang dirasakannya. Perasaan yang awalnya berupa keyakinan dan berubah menjadi tanda tanya penuh keraguan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines