LOVELA

LOVELA

  • WpView
    Reads 692
  • WpVote
    Votes 73
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 16, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Mengharapkan harapan yang nyatanya tak sejalan, berusaha menggapai walau sudah tercapai, itu adalah dia. Seorang gadis dengan kebahagiaan sederhana walau punya segalanya. Tanpa gadis itu sadari waktu mempertemukannya dengan seorang lelaki yang bahkan belum ia kenal tapi ia sudah bilang 'Aku mencintainya'. Sejak hari itu dunianya berubah, semua yang ia anggap istimewa jadi biasa saja dan selalu kurang jika belum ada sang lelaki di sampingnya. Rasa ingin memiliki terlalu mendominasi dalam hati dan pikiran, hingga suatu ketika ia tersadar bahwa kebahagiaan dan kenyamanan yang sebenarnya sudah ada didalam hidup yang ia miliki. KETERLAMBATAN menyadari menjadi akhir dari segala cerita yang sudah ia ukir selama ini. Ketika hati terpaut rasa yang tak bisa dijabarkan... Ketika rasa menjelma jadi cinta... Dan, ketika kesadaran datang terlambat... Bagaimana awal mula kisah LOVELA akan berlayar dan dimanakah dermaga yang akan ia singgahi?... Mencoba lebih baik dari pada tidak sama sekali, baca dulu siapa tau suka^^
All Rights Reserved
#3
lica
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • Gula - Gula
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • Rankle [Completed]
  • Jatuh Hati Patah Lagi [ COMPLETED ]
  • EPIPHANY
  • Arsyilazka

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines