The Last - Telas

The Last - Telas

  • WpView
    Leituras 59
  • WpVote
    Votos 4
  • WpPart
    Capítulos 3
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qua, jul 8, 2020
WpInfo
Ficção
Fantasia
Nyatanya bukan kehilanganlah hal paling pahitnya. Namun terjebak dalam kenanganlah yang paling terasa menyiksa, mencekik lehermu dan membuatmu tenggelam pada sesuatu tak berdasar. Bukan, ini bukanlah sebuah kematian. Jangan menyebutnya kematian kalau tidak ingin menjadi kenyataan.Karena ini bukanlah kematian. Ini adalah sebuah kehilangan, hilang, lenyap, tak bersisa, bahkan untuk segenggam abu. Dan, apalagi yang lebih menyesakkan? "Apa semua ini masuk akal Angkara?" tanyanya kepada seseorang di sampingnya. "Kalau ini semua masuk akal, seharusnya aku tidak duduk disebelahmu. Dan seharusnya, ibu dan kakakmu masih berada didekatmu, bukannya menghilang tanpa meninggalkan bekas" jawab seseorang itu lugas. "Ya kau benar Angkara, seharusnya aku percaya pada kakakku bahwa dunia ini memiliki berbagai dimensi yang berbeda dan tidak meremehkan keberadaan mereka" ucap laki-laki itu dengan suara parau. "Kau hanya perlu belajar untuk menerimanya Abimanyu" jawab seseorang itu menenangkan. Ya benar dia hanya perlu belajar menerima, menerima perbedaanya, menerima tetapi dalam hidupnya. Namun apakah semua akan berjalan sesuai kehendaknya??? Dndaa
Todos os Direitos Reservados
#142
fantasy-romance
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Let Me Love You Longer
  • Till I Meet You
  • Wait for me, ok? (Tamat)
  • Pain of the Slayer
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • Villain Also Has A Reason [END]
  • Evanescent

Ini mengenai gadis manis yang pendiam dan gemar menari. Merahasiakan segalanya di balik senyum dan tawa ceria. Sampai pada saat rahasianya tak lagi dapat ia sembunyikan. "Gue nggak tau, sampai mana gue bisa bertahan. Tapi yang pasti, gue sayang sama lo." Bibir gadis itu tersenyum. "Andai gue bisa memilih, gue bakalan milih buat nggak kenal orang kayak lo, daripada akhirnya lo ikut menderita karena gue," sambung gadis itu. "Dan andai gue bisa memilih, Mil, gue bakalan milih buat nggak pernah terlahir daripada akhirnya gue harus nyaksiin gimana sakitnya orang yang gue sayang berjuang buat bertahan hidup." °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°° JANGAN LUPA FOLLOW, GUYS!-♡ Halo, ini ceritaku yang ketiga di sini. Pastikan kalian baca sampai akhir, ya. Dan satu lagi, jika ada kesamaan nama tokoh, latar, atau apa pun dalam cerita ini, itu semua murni ketidaksengajaan. Harap dapat dimaklumi dan tidak langsung menjatuhkan. Oiya! Disclaimer aja, ceritanya lumayan singkat. So, pastiin jangan terlalu nyaman atau dighosting. Sudah cukup real life kalian dighosting, di cerita, kuharap jangan, xixi^^ Happy Reading-♡ Cover by : Pinterest

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo