The Last - Telas

The Last - Telas

  • WpView
    Reads 59
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 8, 2020
WpInfo
Fiction
Fantasy
Nyatanya bukan kehilanganlah hal paling pahitnya. Namun terjebak dalam kenanganlah yang paling terasa menyiksa, mencekik lehermu dan membuatmu tenggelam pada sesuatu tak berdasar. Bukan, ini bukanlah sebuah kematian. Jangan menyebutnya kematian kalau tidak ingin menjadi kenyataan.Karena ini bukanlah kematian. Ini adalah sebuah kehilangan, hilang, lenyap, tak bersisa, bahkan untuk segenggam abu. Dan, apalagi yang lebih menyesakkan? "Apa semua ini masuk akal Angkara?" tanyanya kepada seseorang di sampingnya. "Kalau ini semua masuk akal, seharusnya aku tidak duduk disebelahmu. Dan seharusnya, ibu dan kakakmu masih berada didekatmu, bukannya menghilang tanpa meninggalkan bekas" jawab seseorang itu lugas. "Ya kau benar Angkara, seharusnya aku percaya pada kakakku bahwa dunia ini memiliki berbagai dimensi yang berbeda dan tidak meremehkan keberadaan mereka" ucap laki-laki itu dengan suara parau. "Kau hanya perlu belajar untuk menerimanya Abimanyu" jawab seseorang itu menenangkan. Ya benar dia hanya perlu belajar menerima, menerima perbedaanya, menerima tetapi dalam hidupnya. Namun apakah semua akan berjalan sesuai kehendaknya??? Dndaa
All Rights Reserved
#16
creatures
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Till I Meet You
  • Villain Also Has A Reason [END]
  • Ratusan Hari Mencari Hati
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Serenity
  • Pain of the Slayer
  • Alenara; Living in a Fairy Tale
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Wait for me, ok? (Tamat)

Kita berdua pernah terjatuh, terluka , dan terkubur di lubang yang dalam. Kita sama - sama pernah merasa hancur saat orang yang di cintai pergi meninggalkan kita untuk selamanya. Memendam rasa sakit seorang diri. Tersenyum walau batin tersiksa tertawa meski hati menjerit .. yang dapat kita lakukan hanyalah berlarut-larut dalam emosi dan kesediahan. dimanapun tubuh ini berpijak hanya sepi yang terasa... Dan pernahkah kau berpikir bahwa apa yang terjadi pada kita ini begitu melelahkan hingga rasanya mengakhiri hidup adalah pilihan terbaik untuk pergi dari dunia yang fana.??? Namun tuhan sepertinya punya jalan lain. layaknya benang merah yang saling terhubung kau dan aku pun akhirnya di pertemukan. Jujur aku tidak pernah tau apa yang ia rencanakan. Mungkin tuhan sengaja memasangkan kita lalu setelah itu tertawa sambil berkata pada para malaikat " Hei lihat lah kedua orang menyedihkan ini mereka sangat cocok bila bersama." Atau mungkin tuhan ingin agar kita berteman dan menolong satu sama lain. Entahlah apapun itu biarkanlah waktu yang akan menjawabnya...

More details
WpActionLinkContent Guidelines