Buku Catatan Usang

Buku Catatan Usang

  • WpView
    Odsłon 82
  • WpVote
    Głosy 5
  • WpPart
    Części 3
WpMetadataReadW trakcie
WpMetadataNoticeOstatnia publikacja niedz., wrz 27, 2020
WpInfo
Fikcja
Romans
Kisah seorang laki-laki dari keluarga kaya yang menemukan sebuah buku catatan yang telah berdebu di sebuah perpustakaan tua di sekolahnya. Buku itu penuh misteri dan teka-teki baginya karena ketika membaca buku catatan itu dalam pikirannya terlintas sosok laki-laki yang tengah memeluk perempuan dengan panah yang menancap di dadanya dan sederet kisah hidupnya. Ada apakah hubungan laki-laki ini dengan pikiran yang selalu membuatnya pusing? Siapakah perempuan yang di dadanya tadi tertancap anak panah? Dan apa hubungannya dengan semua ini? are you ready? come on vote and coment
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • The secret of love (tahap pembuatan)
  • The Magic Stone: Crystalball [END]
  • ALZENA (THE GATE UNDER THE WATER)
  • Rewrite My Heart [TERSEDIA DI GRAMEDIA]
  • Our Transmigration? Our? [ON GOING]
  • NIDA ( END )
  • Refleksi
  • 𝐏𝐀𝐑𝐀𝐋𝐄𝐋 𝐇𝐄𝐀𝐑𝐓𝐒𝐓𝐑𝐈𝐍𝐆𝐒

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści