KI-TA
  • WpView
    Reads 63
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 23, 2020
KI-TA. Biarkan dulu ia berjarak. Aku akan menyatukannya saat kita benar-benar tak berjarak lagi. Aku akan tetap menciptakan jarak itu manakala semesta tak mengizinkan takdirnya untuk menyatukan aku dan kamu dalam sebuah ikatan yang benar-benar erat. Judul ini terinspirasi darimu. Kamu yang mengajukan judul ini untuk menjadi sebuah buku yang akan atau sedang ku tulis. Entah mengapa, saat kamu menyarankan ku untuk menggunakan judul ini, aku jadi teringat semua yang pernah tercipta diantara kita. Bisakah aku merangkainya disini? Aku ingin mengabadikan nya meski aku tahu bahwa ini mungkin akan membuatku jatuh kembali dari harapan semu yang sudah pernah ku putuskan untuk ku akhiri. Kalau saja, aku memberikan mu catatan-catatan kecil yang sudah kutuliskan disini tentang mu. Mungkin kamu akan menertawakan ku, sebab keluguanku yang dengan mudahnya mampu untuk diluluhkan olehmu. Tak apa, aku siap. Aku siap bahkan sampai cerita dalam KI-TA ini berakhir, kamu tidak membaca nya. Bukan karena aku yang tidak ingin memberikan kesempatan padamu untuk membacanya, tetapi takdir Allah yang tak mengizinkan KI-TA untuk bersatu. Tapi, hati kecilku selalu menjerit. Memaksaku untuk memberitahu mu, paling tidak kamu sudah tahu satu hal. Bahwa aku, pernah begitu enggannya sampai aku begitu ilfeel nya padamu. Lalu, sesudahnya aku mencintaimu.
All Rights Reserved
#197
perjalanancinta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • You're Here, But Not For Me
  • Sacrifice ( Lengkap  )
  • Seindah Mentari
  • First And Last
  • "So She Would Live" (The End)✓✓
  • Truth and Choice (END)
  • Cahaya Dirimu
  • Aku, Kamu, & Waktu (Chaennie) Terbit ✅
  • RANNA

Aku percaya cinta adalah sebuah pelukan hangat, bahkan di tengah gemuruh hujan. Tapi siapa sangka, pelukan yang sama kini meninggalkan dingin di tubuhku? Kamu meninggalkanku, dan aku tak pernah siap untuk kehilanganmu. Kehilanganmu bukan sekadar perginya seseorang dalam hidupku. Kehilanganmu adalah tentang diriku yang kian merapuh, bagian-bagian dari diriku yang tercerai-berai, seperti serpihan kaca yang tak tahu bagaimana akan kembali utuh. Aku mencoba menulis surat untukmu, berharap kata-kata bisa menggantikan kehadiran yang hilang. Namun, setiap huruf yang kutulis, hanya menambah luka, mengingatkanku pada rindu yang tak akan pernah sampai kepadamu. Mungkin, mencintaimu adalah keindahan sekaligus kutukan. Sebuah hadiah yang diiringi keperihan tanpa akhir. Dan di sinilah aku, yang dalam diam melangitkan namamu. Untukmu, yang kucintai dengan penuh Namun tak pernah menyadari kehadiranku. Buku ini sengaja ditulis untuk nama yang selalu kulangitkan namun enggan untuk menyambutku, yang hadirnya pernah membuat duniaku mekar dengan indah, yang kehilangannya membuat diriku merapuh bersama serpihan luka yang ia tinggalkan. Dan buku ini sekaligus dedikasi untuk mereka yang pernah kehilangan, untuk hati yang berani mencintai meski tahu akan terluka. Karena di balik setiap tetesan air mata, selalu ada cerita yang layak untuk diceritakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines