Kejayaan : Lee Jeno

Kejayaan : Lee Jeno

  • WpView
    Reads 4,414
  • WpVote
    Votes 476
  • WpPart
    Parts 49
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 24, 2022
Jeno seharusnya kembali ke tahun 2087. Namun karena sebuah ketidaksengajaan, mesin waktu melemparnya ke tahun 1443 yang mana merupakan zaman kejayaan Kerajaan Joseon. Siapa sangka, dia malah bertemu kekasihnya yang sudah meninggal di masa depan. Untuk bertahan hidup, Jeno pun ditawari posisi menjadi guru di akademi kerajaan sekaligus guru Tuan Putrinya. Segala kisah mereka bermula dari sini. Bagaimana nasib kedua insan yang jatuh cinta itu? Akankah semesta merestui hubungan mereka? DISCLAIMER ❗ Kisah yang tertuang dalam fanfic ini merupakan karangan penulis sendiri dan tidak nyata, namun ada beberapa penemuan yang terinspirasi dari sejarah nyata Joseon. Penulis tidak bermaksud untuk mengubah sejarah Joseon itu sendiri. Semua tokoh dan organisasi di dalam kisah ini semata mata hanya fiksi. Start : 22/06/2020 Still burn out, will be back after short break
All Rights Reserved
#104
joseon
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Renjana [COMPLETED]
  • Thanks J | Lee Jeno ✓
  • Our Marriage Life || Jung Jaehyun [✔️]
  • [✔] Bunny || Nomin
  • Running Time || DOYOUNG NCT ✔
  • I'm Not Perfect ||《NA JAEMIN》
  • Stuck With U 2.0 -NoHyuck-
  • SUNSHINE ☀ -NoHyuck-

Pada malam paling temaram yang pernah seorang anak jumpai adalah kehilangan sepenggal bait kehangatan yang sepatutnya terus membersamai. Seorang anak yang sudah cukup dewasa sebagai pengganti bapak, seorang anak lain yang baru saja memasuki runyamnya semester tanggung di bangku perguruan tinggi, seorang lainnya lagi baru saja bersuka cita telah memasuki mimpi para anak muda seusia adiknya untuk melepas seragam sekolah, seorangnya lagi baru saja merasa bahwa masa SMA adalah kebebasannya, seorang lainnya lagi masih berkutat dengan permainan remaja tanggung di bangku menengah pertama, satu yang lain masih bersenang-senang pada masa anak-anak yang hendak remaja, dan satu lainnya yang terakhir masih bahagia dimanjakan dengan rambut yang terbelah dua. Namun pada hari itu, nyatanya semesta memberinya segenggam ujian yang harus ditanggung bersama karena kepergian ibunda. Syair-syair elegi selanjutnya mengiringi langkah mereka, mengantarkan satu tubuh yang sudah kaku karena kehilangan ruhnya. Mengantarkan keberangkatan sang ibunda pada tempat paling jauh yang tak bisa mereka singgahi untuk sekadar melepas rindu yang menumpuk dibalik pakaian basah yang baru dicuci, dibalik tumpukan piring kotor yang hendak dibersihkan. Dan lainnya yang menumpuk dan terus menumpuk, membiarkan hati mereka berat diduduki rindu yang tak pernah habis. Dan kemudian luka-luka tak pernah bisa disembuhkan waktu, ketujuh warna dalam keluarga Nawasena berakhir temaram dan kehilangan sukmanya. ©Jeta An Alternate Universe Renjana, 2021

More details
WpActionLinkContent Guidelines