Cenora
  • WpView
    Reads 1,750
  • WpVote
    Votes 225
  • WpPart
    Parts 35
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 29, 2022
"Wahh,, pintar banget sih loe berakting,, serasa loe aja yang ditindas,, dasar bermuka dua" oceh Cenora kesal. "Tuh kan pa,, maa dia kasar sama aku" Salsa mengadu. Melihat tingkah Salsa, Cenora pun menjadi kesal dan tanpa disadari ia melangkah cepat hendak memukul Salsa. Namun pada saat ia hendak memukul Salsa, ibu Salsa pun menahan tangannya. "Jangan berani menyentuh anak saya. Kalau kamu berani menyentuhnya saya jamin hidup kamu tidak akan tenang" ketus ibu Salsa saat ia berusaha menahan tangan Cenora. "Saya tidak takut dengan ancaman anda" jawab Cenora sembari menatap ibu Salsa dengan tajam. Mendengar perkataan Cenora, ibu Salsa pun menjadi sangat kesal sehingga ia menampar Cenora dengan sangat keras sehingga membut Cenora sedikit terguncang. Melihat hal tersebut Salsa pun manjadi sangat bahagia. "Upss" kata Salsa sembari menutup mulutnya menggunakan tangan kanannya. Menyadari tingkah ibu Salsa, Cenora pun tak mau kalah. "Sekarang saya mengerti mengapa Salsa memiliki watak seperti itu, ternyata itu semua turunan dari anda?kasar, sombong, tak punya perasaan. Sama persis" Cenora menggertak sembari menatap ibu Salsa dengan tajam. Mendengar perkataan Cenora, ibu Salsa pun menjadi sangat kesal dan untuk kedua kalinya ia hendak menampar Cenora. Namun pada saat ia ingin menampar Cenora, terlebih dahulu Cenora menangkap tangan ibu Salsa.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • Aderaga [ON GOING]
  • Lembayung di ujung Senja
  • SERENADA BIRU (End)
  • Vira Ayunda[On Going]Revisi✓
  • Menyimpan Rasa (END)
  • TOUCHED (End)
  • ABISATYA | END
  • YOU ARE (END)

"Kenapa sih lo gak mau pacaran?" tanya Rama. "Buat gue, pacaran itu gak jelas dasarnya. Karena hanya di dasari sebuah perasaan. Sedangkan yang namanya perasaan kan dinamis, berubah-ubah. Gak pasti, gak jelas, gak signifikan." jawab Rose dengan santai. "Lo harus coba buka hati. Lo harus coba pake perasaan, dengan begitu lo akan ngerti kalau perasaan itu gak sesempit yang lo kira dan gak sedangkal teori yang lo cetuskan." "Caranya?" "Pacaran sama gue." *** Rose yang selalu menggunakan logika di banding perasaan karena ada trauma mendalam yang berkepanjangan. Sedangkan Rama selalu saja berusaha mengulik luka tersebut. Rose berusaha agar tidak ada yang mengetahui luka tersebut, termasuk Rama. Namun, Rama tak pernah kehabisan cara untuk meruntuhkan pertahanan tersebut. *** "Nama lo bagus, sama kayak artinya, mawar. Indah, tapi gak semua orang bisa mendapatkannya. Tapi gue yakin, gue bisa dapetin lo. Selayaknya bunga mawar, lo punya duri buat ngelindungin diri. Jadi gak sembarangan tangan bisa ngedapetin lo. Kalau ada yang nekat, paling tangannya luka kena duri. Tapi gue bisa jamin, gue adalah orang yang pantes buat dapetin lo. Walau harus terluka." -Rama Prananta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines