Villain Last Chapter

Villain Last Chapter

  • WpView
    LECTURES 30
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mar., juil. 28, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
' aku yang telah kehilangan segalanya dan kamu yang tidak pernah kehilangan apapun' Daniel melempar novel yang baru saja dia selesai baca. Emosinya meluap. Novel dengan genre komedi, aksi, dan romansa. Komedi apanya !! Bajingan penulis novel ini sudah menipunya. Editor gila mana yang meloloskan novel ini dengan genre komedi. Novel ini harusnya dilabeli dengan genre super angst !! bukan hanya angs namun super angst !! Tokoh utama novel ini adalah pria jenius yang dimanfaatkan seluruh hidupnya oleh bajingan - bajingan gila yang mengatasnamakan keadilan dengan hukum kesetaraan. Keadilan ? bajingan - bajingan serakah itu hanya mementingkan perut buncit mereka. Pada akhirnya sang tokoh utama mati sebanyak 892 kali dan diantara semua itu tidak ada satupun yang bisa dia selamatkan baik teman, keluarga, dan kekasihnya. Daniel mengutuk semua tokoh di buku itu terutama pelaku politik yang tolol dan keji serta rakyat bodoh dan mudah dimanipulasi. Dengan perasaan yang begitu luar biasa jengkelnya dia mengirim email ke penulis, editor, dan penerbit novel tersebut. Menyumpah serapahi mereka dan memberikan beberapa kritik keras. Kemudian Daniel mendapatkan sebuah email balasan yang isinya adalah sebuah link. Ketika di klik link tersebut membawanya pada sebuah halaman. "Apa anda ingin menjadi tokoh utama ? " Daniel memilih yes pada pop up itu. Dia mengira akan ada balasan lainnya namun tidak ada. Dan akhirnya dia memilih untuk tidur, Besoknya dia terbangun di ruangan asing, ruangan suram namun begitu mewah. Danile tidak kaget, mungkin dia mengalami yang namanya trasmigrasi. 'tuan Willian Clarence' Seseorang butler memanggilnya. Daniel terkejut, mengapa dia terbangun di tokoh penjahat utama yang begitu keji ? bukankah seharusnya dia menjadi tokoh utama ?
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Sebuah Rasa
  • When It Rains
  • if tomorrow is dead,what would you do?
  • Pelangi untuk Hujan(on going)
  • Haters and Lovers of Rain [END]
  • Rain W H E R E Are YOU ?
  • SELENOPHILIE [END]
  • OKAY BOSS (COMPLETED)
  • Saat Semua Orang Berpaling
  • Memories in Moon

Selamat Membacaa🌾 "Reyyy,"panggil Dimas Aku menoleh, "hmm, kenapa?" "Gak tau kenapa, gue rasa lo tuh unik" "hah unik gimana maksud lo?" tanyaku butuh penjelasan "Gue juga gak tau, tapi menurut gue lo unik" ucap dimas dengan wajah yang gak bisa di tebak. Gak boleh ke pedean hanaa, takutnya dia cuma prank lo. Setelah beberapa saat ku perhatikan lagi ,benar wajahnya serius ini beneran bukan prank. Gue harus gimana? seneng atau sedih? hati gue gelisah "Dim andai lo tau, selama kita temenan gue mulai nyaman, rasa nyaman ini yang tumbuh dengan sendirinya karena lo sering interaksi sama gue, gue berharap lo jauhin gue, tapi sisi lain gue takut kehilangan orang baik kaya lo. Perasaan yang gue rasain, cukup gue sama Allah aja dim yang tau dan harus gue sembunyiin sebaik mungkin. Lagi-lagi gue takut lo jauh dari gue. Walaupun cepat atau lambat lo akan jauh dengan cara lo sendiri" Ya beginilah resiko punya rasa sama sahabat sendiri, suatu saat akan sakit dengan keadaan yang sebenernya gak rela liat dia sama yang lain. Tapi gimana, cuma bisa berdoa aja biar dia dapet yang baik. dan bilang sama Allah, kalo bisa dia sama aku aja hahaha maksa yaa. Kadang pengin bersikap bodo amat, tapi kepo. Kepo malah nyesek. Ahh serba salah. #Friendzone #Keluarga #Fiksiremaja #humor

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu