Moonstone

Moonstone

  • WpView
    Reads 1,167
  • WpVote
    Votes 555
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 4, 2021
Hujan pertama di bulan Januari yang dingin menyerang sangat menyesap kedalam tubuh, tidak pernah ada yang berubah dan kian memburuk bagi nya, seorang gadis bertubuh mungil di genggaman dunia yang dua kali lipat besar dari tubuh nya, menunggu sosok manusia favorit nya yang termakan tahun dan tak kunjung datang. Ia menggengam erat jemari dikedua tangan nya, berharap manusia favorit nya itu akan muncul malam ini, ia sangat merindukan nya, hangat peluk nya, hangat jemari nya, dengan lembut tutur kata yang beberapa tahun lalu menyelimuti telinga nya setiap malam. "Aku tak ingin lagi berbohong, tak ingin lagi berdiam diri di sini, aku ingin berkata jujur, aku ingin bertemu, aku ingin melihat mu, berilah kesempatan terakhir ku,Tuhan." Tangis nya pecah seraya rintikan air itu berganti menjadi derasan air yang jatuh bersamaan, alam seakan tahu apa yang sedang di alami gadis kecil itu, ia menangis disana,seorang diri.
All Rights Reserved
#24
monokrom
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pelangi untuk Hujan(on going)
  • AIRIS
  • Clingy Badboy [End]
  • Appreciate From You
  • AGHARNA (Sang Bulan)
  • My Spoiled River [Selesai]
  • CLOSER
  • Amoura's Little Monster [END]
  • Fake Spoiled Girl [End]

"Peluk gue Hujan!" "Jangan mati sekarang BODOH!" "Bunuh gue Bumi biar bisa bareng terus!" "Bunda,Bunda.Gelap.Karena warna Awan hilang!" "Cepat berdamai Hujannya Pelangi,biar Hujan lebih bahagia kedepannya" Lo berubah Pel"Itu suara Bulan,dia mengatakan itu dengan isakan karena tidak ada sahutan apapun dari pelangi membuat Bulan semakin terisak.Untung sesuana cafe siang ini tidak terlalu rame itu memudahkan mereka untuk saling bicara tanpa memikirkan pendapat orang lain."Lo ga seperti Pelangi yang gue kenal,lo beda dan lo bukan Pelangi sahabat gue."Untuk satu kalimat dari Bulan membuat Pelangi tersenyum,dia menatap Bintang sebentar dan mengalihkan padanganya kepada Bulan."Bukan gue yang ga lo kenal,tapi lo memang ga kenal gue dari awal"satu tarikan nafas dan kekehan membuat Bulan menatap Pelangi, sedangkan Pelangi yang ditatap hanya diam dengan muka datar."Maaf, maaf,maafin gue,gue tau gue salah tapi tolong jangan hukum gue seperti ini."Bulan makin terisak,air matanya sama sekali tidak membuat pelangi kasian,tapi entahla mungkin hanya Pelangi yang tau apa yang dia rasakan saat ini.Bintang sendiripun merasa sangat bersalah atas semua ini,dia juga mengambil peran penting dalam semua hal perubahan yang terjadi pada pelangi."Makasih,gue pergi.Jangan cari gue lagi,karena Pelangi yang kalian kenal sudah mati."

More details
WpActionLinkContent Guidelines