You Are Home...

You Are Home...

  • WpView
    Bacaan 1,210
  • WpVote
    Undian 88
  • WpPart
    Bahagian 17
WpMetadataReadMatangSedang Ditulis
WpMetadataNoticeTerakhir diterbitkan Ahd, Ogo 2, 2020
Banyak hal di dunia ini yang dapat membuat kita jatuh cinta, untukku segelas kopi pagi, Musik yang mengalun, dan juga dia. Dia dan semua tawa yang kita bagi. Semua waktu setiap kulit kita bersentuhan Semua ambisi yang kita jalani. Semua dansa kecil di dapur, yang selalu kami jalani. Karena aku menemukan pangeran yang selama ini ku tunggu. seseorang yang hanya akan melihatku. seseorang yang akan menyelamatkanku, bahkan dari diriku sendiri. seseorang yang akan memelukku hangat. seseorang yang selalu membuatku tersenyum dengan tingkahnya. Because I found my Ardi... Now is time to find yours... "I just wanna to go home" dia mengeratkan pelukannya, pelukannya selalu hangat dan nyaman, rasa dimana kamu merasa nyaman di pelukan itu dan semua kan baik baik saja. "you are home". This is something that I wrote for the whole world. This also my love letter to you You who tells me that it is okay to feel.
Hak Cipta Terpelihara
Jom sertai komuniti bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang diperibadikan, simpan cerita kegemaran anda ke dalam Pustaka anda, serta beri komen dan undi untuk mengembangkan komuniti anda.
Illustration

You may also like

  • STONE HEART
  • Marriage With Mr. Actor (The End)
  • Take A Chance With Me (Mas in the Cabinet Secretary Version)
  • Kali Kedua
  • Rumahku, di Hatimu (The Beginning of Undeniable Love Series)
  • It Takes Two To Tango  | No Longer Entirety
  • ALTER EGO (TAMAT)
  • I'll Tell The Stars About You | The Stellar Shelf #1
  • Love in the Corner

(MATURE CONTENT!! PLEASE CHOOSE YOUR STORY CAREFULLY) She fits the minorities. In some ways. Dia tidak memahami ide pernikahan. Dia tidak suka anak kecil. Dia tidak suka tangisan. Dia memandang romansa sebagai hal yang menjijikkan dan tidak masuk akal. Lalu bagaimana jika seseorang pernah berada pada masa itu lalu berhasil keluar? Keluar? Ataukah masa itu adalah masa-masa penuh kebebasan? Lalu apa yang membuatnya berubah pikiran dan malah mengejar perempuan dengan pemikiran yang sama sepertinya dulu? ---------- "Kata siapa nggak cocok? Kamu itu perempuan yang paling cocok dijadiin istriku. Satu keluarga besar udah setuju, aku juga cinta sama kamu. Kurang apa lagi?" "Kurang make sense." "Dibiasakan dulu biar kita jadi common sense." "Bisa gitu?" "Bisa dong. Kamu sama aku menikah aja bisa. Ya, kan?" "Bodo lah." Dripping water hollows out stone, not through force but through persistence. -Ovid

Maklumat lanjut
WpActionLinkGaris Panduan Isi