Mine
  • WpView
    Reads 69,980
  • WpVote
    Votes 7,104
  • WpPart
    Parts 75
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 24, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
"Wanita, kamu dengar. Sekalipun kamu bisa masuk ke perusahaanku, itu hanya sekedar untuk menunjukkan bahwa aku masih menghargai orang tuaku! Jangan sampai kamu besar kepala!" Ketus Noe tepat di depan wajah Bianca Bianca menelan salivanya kelu, ia menatap lekat ke dalam wajah Noe yang penuh dengan kebencian menatap padanya "jika kamu tidak ingin! Kenapa harus setuju?" Noe menjauhkan wajahnya sembari menghela nafasnya kasar "tidakkah kamu dengar? Aku hanya menghargai orang tuaku! Berhenti bertanya! Besok adalah hari pertama kamu bekerja, pukul 06:45 Wib harus sampai di kantor, sebelum itu siapkan sarapan untukku, atur semua jadwal harianku, karena kamu adalah sekretarisku, formalitas pekerjaan harus terjaga selama jam kerja, dan terakhir. Jaga bicaramu, jangan sampai mulut besarmu membuat orang tau hubungan kita! Dan satu hal lagi, aku tetap punya privasi sendiri, kamu tidak berhak merasa keberatan."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kembang Desa
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Salah Status [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Nakula
  • Nala dan Mas Juragan
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain

Usai menjalani pendidikan strata 1 di Ibu Kota, Adara Ruby Sanjaya (22), gadis centil nan cantik yang sering dipanggil dengan sebutan Dara diminta kembali oleh orang tuanya yang berada di desa. Menuruti adalah jalan terakhir yang harus di lakukan Dara. Dara pikir pulang ke kampung halamannya adalah pilihan yang sangat buruk, tetapi disana ia menemukan sesuatu yang sayang untuk dilewatkan. ~~~ Menjadi harapan satu-satu orang tua yang harus terjun ke dunia perdagangan, adalah takdir Biantara Pradikta (32), Bian yang merupakan anak laki-laki dari juragan tersohor se Kecamatan. Mempunyai adik perempuan yang masih berada di bangku menengah keatas, itulah alasan Bian tidak melanjutkan pendidikan paska lulus SMA. Memiliki sifat yang cuek dan tidak terlalu memikirkan tentang perempuan, padahal ibunya sering menyodorkan anak temannya untuk ia kencani, tetapi ia acuh tak acuh dengan itu. Sampai hadir seorang gadis jelita yang merupakan anak dari pengusaha beras di desanya, gadis yang menjadi buah bibir para tetangga, bukan hanya prestasi yang jarang orang dapat dikehidupan mereka, tetapi juga parasnya yang membuat para tetangga rela menyodorkan anak lelakinya pada gadis itu. Tetapi, mengapa Bian tidak menyukai itu! Cerita keseharian gadis incaran para pria dan calon menantu idaman ibu-ibu desa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines