Mine
  • WpView
    Reads 69,902
  • WpVote
    Votes 7,104
  • WpPart
    Parts 75
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 24, 2022
"Wanita, kamu dengar. Sekalipun kamu bisa masuk ke perusahaanku, itu hanya sekedar untuk menunjukkan bahwa aku masih menghargai orang tuaku! Jangan sampai kamu besar kepala!" Ketus Noe tepat di depan wajah Bianca Bianca menelan salivanya kelu, ia menatap lekat ke dalam wajah Noe yang penuh dengan kebencian menatap padanya "jika kamu tidak ingin! Kenapa harus setuju?" Noe menjauhkan wajahnya sembari menghela nafasnya kasar "tidakkah kamu dengar? Aku hanya menghargai orang tuaku! Berhenti bertanya! Besok adalah hari pertama kamu bekerja, pukul 06:45 Wib harus sampai di kantor, sebelum itu siapkan sarapan untukku, atur semua jadwal harianku, karena kamu adalah sekretarisku, formalitas pekerjaan harus terjaga selama jam kerja, dan terakhir. Jaga bicaramu, jangan sampai mulut besarmu membuat orang tau hubungan kita! Dan satu hal lagi, aku tetap punya privasi sendiri, kamu tidak berhak merasa keberatan."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • That's My Girl
  • You Only For Me [Completed]
  • My Bad Boy
  • ★the Silent Girl★
  • Unforgetable
  • NOE SI CEO
  • Love Is In The Building | END
  • CEO Itu Naksir Gue?! | Drarry

''Bisakah kau melepaskanku? Aku ingin pulang." Anastasia menatap Pria dihadapannya. Sembari menunggu cengkeraman pria ini terlepas dari lengannya. Gadis itu terus menundukkan kepalanya. "Pulang? Bukankah ibumu sudah menyerahkan dirimu?" Anastasia terbelalak, ia segera mendongak menatap Pria itu. ''Ap-apa maksudmu?" Otak gadis itu berpikir cepat. Mengingat sosok yang ia lihat tadi malam, dan setelahnya gadis itu tertegun. Lalu menggelengkan kepalanya. "Tidak. Ibuku tidak seperti itu. Aku bukan barang," bantah gadis itu lantang. Tyler mengernyitkan alisnya. "Tapi kenyataannya Tempatmu disini, Nona!" "Tidak. Aku mohon, lepaskan aku. Aku harus pergi!" Anastasia memohon pada Tyler sambil berusaha menarik lengannya dari cengkraman tangan Pria itu. "Tidak." Anastasia terkejut mendengar jawaban Pria dihadapannya ini. Gadis itu semakin memberontak dari genggaman Pria itu. tapi seakan tenaganya tak berarti apa-apa bagi Tyler. Pria itu sendiri yang sudah mulai merasa kesal, menarik tangan mungil digenggamannya. Membuat tubuh gadis itu mencondong kearahnya. "Dengar, mulai sekarang Kau milikku Nona!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines