YouTuber : Behind the Scene

YouTuber : Behind the Scene

  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 18, 2020
(Author merekomendasikan wattpad ini untuk pembaca yang menyukai kisah pembunuhan berantai) Sepertinya gara-gara YouTube, kebanyakan anak-anak zaman sekarang ini bercita-cita ingin menjadi YouTuber. Ingin menjadi Bang Atta lah, MiawAug lah, Kak Ricis lah. "Gue? Bukan termasuk salah satu dari anak kecil tersebut. Tapi, gue tetap menjadi YouTuber, kenapa? Ya seru aja sih, bisa menyalurkan hobi gue sendiri dan diliat banyak orang. Terus juga bisa dapet duit. Walaupun terkadang ga di hargai dan banyak komentar negatif." Ucap salah satu YouTuber pemula. Jadi, ini adalah cerita Oktavia Denaya. Kisah awal Okta menjadi YouTuber sukses hingga mendapatkan YouTube Play Button dan dikenal oleh banyak orang. Tapi, apakah Okta tahu bahwa kebanyakan dunia maya itu selalu terhubung dengan dunia nyata? Apakah Okta juga tahu bahwa dunia maya bisa lebih berbahaya dibandingkan dunia nyata? Berharap ini semua bisa menjadi petunjuk, bahwa jangan terlalu mengekspos soal dirimu pada publik. Sosial media, tak seindah yang kamu bayangkan! Warning! : Semua hal yang ada di dalam cerita ini hanyalah fiksi belaka, termasuk nama orang, tempat, dan runtutan kejadian. Note : Cerita ini dibuat semata-mata untuk meningkatkan keterampilan penulis dalam belajar menulis cerita. Mohon maaf apa bila masih ada yang typo atau ada kalimat yang membingungkan. Mohon bantuannya!
All Rights Reserved
#82
online
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Promise or Leave
  • Where am I?
  • Pecahan bayangan
  • Self Injury's(complete)✔
  • Cleaning Service di Dunia Bangke (Progresi LitRPG)
  • Satu Tiket Pulang
  • Story About Him (SELESAI)
  • l WILL KILL YOU { TAMAT }
  • A Hundred Days Closer [On Going]
  • Psychopat [SELESAI]

WARNING!!! Foto cover ambil di pin. Cerita ini hasil dari pemikiran ku sendiri. Kalau ada kesamaan nama tokoh, Cerita, serta judul itu berarti karena murni sebuah ketidaksengajaan. Ada beberapa kalimat dan bahasa kasar di dalam cerita, mungkin ada sedikit adegan kekerasan, baik verbal maupun nonverbal. Jika tetap terus melanjutkan harap bisa mengambil sisi positifnya. Yang jelek di buang, ambil yang baik baik saja. Sebaiknya follow dulu sebelum membaca. . . . "Selama aku bisa melakukannya sendiri aku tak butuh yang namanya laki laki." "Bahkan laki laki itu tak becus menjalani perannya." "Makhluk tak berguna itu tak pantas ada." "Dia bahkan memberi luka tanpa penawar." "Mengenal salah satunya saja termasuk bencana." "Menganggap Makhluk itu adapun rasanya enggan." "Kalau saja bisa, akan gue bunuh semua makluk tak berperasaan itu." "Mari kita bantai habis mereka!" mereka tertawa keras dengan tangan saling merangkul satu sama lain. "DENGAR GIRLS! MEREKA TIDAK BISA MENINDAS JIKA KITA SELALU BERSAMA." "SETUJUUUUUUU." Mereka berteriak keras di tepi tebing terjal, suara teriakan mereka menyatu dengan deru ombak di bawahnya. membagi luka dengan lautan, itulah yang mereka lakukan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines