NaDi
  • WpView
    Reads 713
  • WpVote
    Votes 339
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 13, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
PLAKK... "mama nggak suka kamu ngejelek-jelekin Rino abang kamu dengan bilang kalau dia udah-" "stop maa!!" kali ini Rino yang bicara. Dengan suara yang serak karena menangis, dia ingin mengatakan semuanya, semua kebenaran kepada mamanya. "Nata nggak bo-hong maa...tolo-ngin Na-ta, Nata takuuut hiks". "dasar anak nggak tau diri, pembunuh" Braakk... dengan sekali dorongan, Nata tersungkur ke lantai "maaa!!! udah ma berhenti!!! kasian Nata, bagaimanapun dia anak mama sekaligus adik Rino" bela Rino. ~" kenapa lo memutarbalikkan fakta seolah olah gue yang salah di sini, dan lo dengan santainya melakukan hal yang berkebalikan dengan kelakuan lo ke gue, lo emang aktor yang hebat Bang"~ *********** cerita ini hasil imajinasiku sendiri ya, jadi kalo ada kesamaan nama atau sedikit sama alur ceritanya mohon maaf, karena itu unsur ketidaksengajaan #6 in mencari [21/6/20] #8 in mylife [18/6/20]
All Rights Reserved
#153
mencari
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Avyan (End) ✓
  • Love & Enemy
  • Javas Drexzer [END]
  • REDIGUEZ FAMILY || END
  • MAVAKA
  • She is fake nerd?✔(Proses Revisi)
  • Nada & Luka (THE END)
  • PASCAL
  • BIMANTARA [END]✔

(Baca selengkapnya hanya di KaryaKarsa) Avyan tumbuh dengan beban masa lalu yang tak pernah bisa ia hapus. Kehadirannya di dunia dianggap sebagai kesalahan, membuatnya terasing bahkan di tengah keluarganya sendiri. Sejak kecil, ia hidup bersama sang nenek, hingga suatu hari ayahnya datang dan memutuskan membawanya pulang untuk tinggal bersama kakak-kakak tirinya. Awalnya, Avyan berharap menemukan kehangatan yang selama ini hilang, tetapi kenyataan berkata lain. Di depan ayah mereka, kakak-kakaknya tampak peduli, tetapi saat ayah pergi, sikap mereka berubah menjadi dingin dan penuh kebencian. Tatapan tajam dan kata-kata menyakitkan terus menghantui langkah Avyan. Bisakah Avyan meruntuhkan tembok kebencian yang mengelilinginya? Akankah ia menemukan tempat yang disebut rumah, atau selamanya terkurung dalam bayang-bayang kesalahan yang bukan miliknya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines