THE ANGGELS

THE ANGGELS

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 11, 2020
WpInfo
Fiction
Paranormal
Ini kisah tentang dua anak kembar yang merupakan malaikat maut blasteran Korea-Jepang. ➡Michel Tomoya. Cowok yang mewarisi kejepangan ibunya ini adalah malaikat kematian penjaga Surga. ➡Kim Evana. Cewek yang mewarisi genkorea ayahnya ini berbanding terbalik dengan kakak kembarnya, dia adalah malaikat kematian penjaga Neraka. Mereka ditugaskan menjemput dan menuntun roh menuju surga atau neraka. Sesuai dengan yang tercatat pada buku kematian. Tapi, suatu hari. Buku kematian menghilang tanpa ada yang tau kemana buku itu pergi. Dan bagaimana buku itu bisa hilang. Dan mereka berdua, ditugaskan mencari buku tersebut sebelum bulan purnama merah dimana jika buku tersebut belum kembali. Maka, akan terjadi kematian masal diseluruh dunia.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Promise or Leave
  • Dark Is His Life • Yoon Jaehyuk
  • SWITCH (JL EBOOK)
  • Tak punya Ayah, Tapi Aku punya Ibu yang hebat
  • Between New York And Paris
  • Oni
  • Fake Bottom (MinJin) √Bottom Seokjin {END}
  • My Brother • TREASURE
  • Tumbuh dengan Luka [END]
  • THE TASTE OF SEDUCTION

WARNING!!! Foto cover ambil di pin. Cerita ini hasil dari pemikiran ku sendiri. Kalau ada kesamaan nama tokoh, Cerita, serta judul itu berarti karena murni sebuah ketidaksengajaan. Ada beberapa kalimat dan bahasa kasar di dalam cerita, mungkin ada sedikit adegan kekerasan, baik verbal maupun nonverbal. Jika tetap terus melanjutkan harap bisa mengambil sisi positifnya. Yang jelek di buang, ambil yang baik baik saja. Sebaiknya follow dulu sebelum membaca. . . . "Selama aku bisa melakukannya sendiri aku tak butuh yang namanya laki laki." "Bahkan laki laki itu tak becus menjalani perannya." "Makhluk tak berguna itu tak pantas ada." "Dia bahkan memberi luka tanpa penawar." "Mengenal salah satunya saja termasuk bencana." "Menganggap Makhluk itu adapun rasanya enggan." "Kalau saja bisa, akan gue bunuh semua makluk tak berperasaan itu." "Mari kita bantai habis mereka!" mereka tertawa keras dengan tangan saling merangkul satu sama lain. "DENGAR GIRLS! MEREKA TIDAK BISA MENINDAS JIKA KITA SELALU BERSAMA." "SETUJUUUUUUU." Mereka berteriak keras di tepi tebing terjal, suara teriakan mereka menyatu dengan deru ombak di bawahnya. membagi luka dengan lautan, itulah yang mereka lakukan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines