Tragedi Seusai Perkemahan

Tragedi Seusai Perkemahan

  • WpView
    Reads 247
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadMatureComplete Fri, May 22, 2020
Perkemahan di malam pertama dimulai. Semua peserta mengelilingi api unggun yang menyala-nyala kala itu. Aku duduk bersila ditemani Rio di samping kiriku. Hangatnya api unggun merasuk dan mengusir rasa dinginku. Sejenak kulirik Muza yang tengah duduk terpaku dengan tatapan kosong. Melihat raut wajahnya aku bisa membayangkan bagaimana rasa terpukulnya ketika dia mengetahui aku telah menduakannya. Saat itu rasa bersalahku menjadi tinggi melebihi Monas. Dalam hati terbesit niatan untuk segera meminta maaf padanya walaupun aku sadar pasti sulit baginya untuk memaafkanku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dia yang tidak pernah menoleh
  • AFFECTION (Completed)
  • LOVE IS NOT A CHOICE
  • Random Story
  • Mémoire
  • STORY KEISHA (TAMAT)
  • CERITA PENDEK
  • Short Story Romance

Seorang remaja laki-laki duduk di bangku paling belakang sebuah kelas yang remang, menghadap jendela dengan tatapan kosong. Rambut hitam panjangnya menutupi sebagian besar wajahnya, hanya menyisakan sedikit garis rahang dan ujung hidung. Ia mengenakan jaket gelap dan headset putih yang menggantung di lehernya. Sinar matahari pagi menerobos lewat jendela, menciptakan siluet lembut di sisi wajahnya. Di mejanya, tergeletak sebuah buku dan ponsel. Seluruh suasana terasa sunyi, sepi, dan penuh misteri-menyiratkan sosok introvert yang memendam banyak cerita.

More details
WpActionLinkContent Guidelines