MATA KETIGA

MATA KETIGA

  • WpView
    Reads 32,908
  • WpVote
    Votes 878
  • WpPart
    Parts 166
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 28, 2022
(true story.. ) Near Death Experience saat SMA baru berasa efeknya sekian puluh tahun kemudian. Aku mulai mendapatkan visi, suara, mimpi.. termasuk juga alami perjalanan-perjalanan keluar tubuh. Kisahku bertemu Rasulullah, bertemu Yesus, bertemu Ibu Ratu, warning teroris dan pengeboman, bencana alam, bertemu Eyang-eyang Merapi, visi tentang Sukhoi dan JT 610, 'perjalanan' ke dunia paralel, melihat pelaku dalam suatu kasus, bertemu hantu, up date visi-visi harianku dan lain sebagainya kutuangkan dalam bukuku "MATA KETIGA". Sedangkan pengalaman luar biasa saat 100 hari menjelang meninggalnya Papa, apa yang kulihat dan kualami, mulai dari bertemu malaikat maut, bidadari, beberapa kali ke langit, melihat waktu kehidupan dan banyak hal menakjubkan lainnya yang kuualami, kusendirikan dalam bukuku "100 HARI MENUJU SAKARATUL MAUT" Semula aku melawan dan tidak menerima. Tidak mudah untuk bisa menerima dan berdamai dengan hal-hal yang berbeda dari hidupku sebelumnya, termasuk kesabaran lebih saat orang mencibir, mengolok-olok atau menuduhku bersekutu dengan kekuatan gelap. Terlepas dari itu, terimakasih pula untuk yang sudah bersimpati dan memahamiku. Bagaimana visi-visi yang kudapat? Ikuti kisahku.... 11 Mei 2020
All Rights Reserved
#710
horor
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aksara Lingga
  • KALINDRA
  • Penguasa Alam Ghaib
  • SINGASARI, I'm Coming! (END)
  • Warisan Gandari
  • Mimpi Padma [PUBLISH IN ELEX MEDIA COMPUTINDO, 2021]
  • MY HUSBAND CEO[Completed]
  • Soulmate ; who are you
  • RAESHA (Revisi)

"masa iya anak SMA ngacak - ngacak pikiran gue?" ..... "Tolong saya sekali lagi dong pak, penguntit gila itu masih ngikutin saya. Please pak" tangannya mengatup dengan memohon agar pria itu membantunya lagi. "Oke! Sini ikut saya" Pria dewasa itu menyambar baju panjang dan lengan Lingga. memepetkannya di tembok dekat ruang ganti. "Kamu diam ikuti saya" katanya dengan tegas. .... Hani menengokkan kepalanya setelah melihat pria didepannya bersemangat melempar bola basket kedalam ring di timezone. kini ia mendapati kawannya, Lingga ternganga pada pria yang akhir - akhir ini mengisi kekosongan hidupnya. serta gadis yang berada pada ujung kanan lingga -Shenna juga terpana atas ketampanan pria brewok itu. "Gila ganteng banget anjir" Lingga masih tak mengedipkan mata dan terus memandangi. "iya woeeyy!" Hani mengiyakan. "sadar guys, umurnya 30" sedangkan Shenna yang tak dipungkiri juga merasakan hal yang sama. hanya saja dirinya sajalah yang realistis dan tetap pada batas wajar. .... "Pak Aksara Pernah dugem?" mata lingga menatap Aksara menyelidik. mencoba mencari jawaban pada manik mata miliknya. .... "Apa ayah tidak kesepian?" mobil golf melaju sedang. membawa dua penumpang, Ayah dan anak yang sudah lelah bermain golf tersebut. "rumah sebesar itu, setiap hari isinya hanya pelayan?" Lingga mengamati wajah ayahnya yang mulai keriput. entah sejak kapan garis itu muncul. mata milik ayahnya mirip sekali dengan miliknya. tidak belo dan tidak cipit. sedang. "Kenapa kamu tanya gitu?" "Ayah tampak menyedihkan" kalimat yang Lingga buat, selalu berhasil membuat ayahnya tertegun. untuk menyalahkan tak sanggup, dan membenarkan pun akan lebih menyakitkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines