DIFFERENT IN NATURE

DIFFERENT IN NATURE

  • WpView
    Reads 204
  • WpVote
    Votes 92
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 4, 2021
INFORMATION✓ initial title : Fahri [Immediate follow ] Tinggal pencet bintang gak bayar cuman tinggal pencet.... [Don't take other people's work] " FAHRI BANGUN KAMU "Suara perempuan Fahri memulai membuka matanya... "Iyah kenapa Bu " Fahri "KAMU INI YAH TAUNYA TIDUR MULU KELUYURAN MULU GAK PERNAH SEKALI SAJA BUAT TENANG DAN GAK BUAT MASALAH "Marah Ibu Fahri "Hmm Ibu saja gak ada waktu buat aku , Ibu sama Ayah sama aja melupakan anaknya aku disini juga bosan Bu aku ingin seperti teman lainnya yang sering diperhatikan gak kayak Ibu dan Ayah " Fahri Seketika tamparan mulus di pipi kanan Fahri... " ANAK DURHAKA KAMU YAH GAK ADA TERIMA KASIHNYA UDAH DIKASIH TEMPAT TINGGAL KALO TIDAK KAMU SUDAH DI KOLONG JEMBATAN KAMU DAN SUDAH GEMBEL DI LUAR SANA " Marah Ibu "Aku rela seperti itu asalkan aku di luar sana mendapatkan perihatian kalian dari pada aku seperti ini " Fahri Fahri mengambil kunci motor danp meninggalkan separuh bayah nya... " Fahri maafkan Ibu melakukan kamu dengan seperti ini Ibu mau kamu berubah dan melupakan masa lalu mu " Penasaran???Langsung aja baca dan vote cerita haluan author🍀 • • • #1 tidaksengaja (10 jun 2021) WARNING🔥 •BAHASA TIDAK BAKU •SELALU SALAH MEMBUAT TANDA BACA •CERITA HALUAN AUTHOR
All Rights Reserved
#605
sakithati
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kawin Kontrak? [COMPLETED]
  • WHO ?
  • 𝐀𝐋𝐈𝐕𝐄
  • Our Secret [SUDAH TERBIT]
  • Antara Hati & Logika
  • T E R B U N U H   S E P I  || Z W E I T S O N •• U N 1 TY || E N D
  • FEXZY (END)
  • Cinta & Air Mata✔️ (SELESAI)
  • My Bromance [18+] End
  • All OF THAT TAKES TIME

[COMPLETED] "Jadi lelaki itu yang akan dijodohkan ibu denganku? Tega sekali, Ibu," gerutuku. Aku semakin membulatkan tekadku untuk menolak ini. Tanpa kusadari, ibu melihat ke arah jendela kamarku dan melihatku kesal. Beberapa saat kemudian, terdengar suara pintu kamar diketuk. "Baby, buka pintu!" Pintanya tegas. Aku pun membukakan pintu. Lalu menelungkupkan badanku di atas kasur. Ibuku menarik kursi belajarku mendekat ke arahku dan memandangiku, lalu berkata pelan padaku. "Kau tahu sendiri kan kebiasaan di sini? Kau juga tahu asal usulmu? Kau paham betul, bagaimana ibumu ini bertahan? Semua karena ibumu ini sepakat dengan norma di sini. Mana mungkin kita bisa hidup cukup seperti ini kalau tidak mengikuti itu semua. Baby, kau tahu itu semua. Harusnya kaupun seperti ibumu ini, ikut arus itu." Melihatku tidak memandangnya, ibu terus mengatakan hal-hal yang sebenarnya kami berdua sama sama tahu. "Ibu menikah dengan bapakmu ketika seusiamu. Dengan itu, ibu bisa memiliki rumah ini dan seperangkat alat jahit. Ibu mampu membesarkanmu, menyekolahkanmu, memenuhi segala keinginanmu, dan tidak pernah menyusahkan orang lain. Kau memang tidak pernah bertemu bapakmu, tapi ibumu ini sudah bercerita tentangnya." "Kita hidup tanpa kekurangan. Bahkan bisa membantu sesama. Kita pun hidup bahagia. Mereka yang juga melakukan ini pun juga sama." "Menikah bukan sesuatu yang salah, Baby." Ibuku mengakhirinya dengan kalimat itu, lalu berdiri hendak keluar kamarku. "Tapi menjanda di usia muda bukan keinginanku, Bu." Balasku sebelum ibu keluar kamar. Ibuku berhenti sejenak, kemudian keluar dari kamarku. Happy reading~ Jangan lupa untuk: √ Vote √ Coment √ Kritik dan Saran Hargai author dengan vote, terimakasi💞

More details
WpActionLinkContent Guidelines