Story cover for COUPLE COLD by ghaldha
COUPLE COLD
  • WpView
    Leituras 1,342
  • WpVote
    Votos 159
  • WpPart
    Capítulos 12
  • WpView
    Leituras 1,342
  • WpVote
    Votos 159
  • WpPart
    Capítulos 12
Em andamento, Primeira publicação em mai 11, 2020
"SIAPA YANG NGELEMPAR BOLA BASKET INI KE KEPALA GUA!" teriak nathan yang kesal karena kepalanya tertimpah bola basket dan bajunya yang terkena cipratan genangan air 

"lu si,kenapa ga bilang kalo mau ngoper bolanya ke gua?" protes tasya ke dannia 

"lupa" ucap nia dengan santay 

"samperin gih,dari pada nanti dia ngamuk² ga jelas" ucap salah satu teman kelasnya 

dannia berlari kecil menghampiri nathan 

"sorry ga sengaja" ucap nia 

"liat baju gua kotor gara² lo,bisa main basket ga si ?!"ucap nathan dengan nada ketus 

"yaudah si kan gua udah minta" kata nia yang tak mau kalah

"maaf doang ga bakal cukup!" ucap nathan dan nathan langsung menarik tangan nia ke belakang sekolah karena disana sepi.

Bisakah mereka bersatu?
Bisakah mereka merasakan jatuh cinta kembali? 
Bisakah sifat dingin mereka mencair? 

Cerita ini ditulis untuk membuat kita mengerti arti percintaan, dan pertemanan. Semoga kalian bisa merasakan nya walaupun hanya sekedar kata-kata,dan aku harap kalian suka sama apa yang aku tulis di sini.
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar COUPLE COLD à sua biblioteca e receber atualizações
ou
#391nathan
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi], de hysunshinee
45 capítulos Concluída
"Hey!!! Kamu si anak baru!! Sini !" Panggil salah satu pemain basket sekaligus ketua tim "Maaf kak, aku masih belajar" Hanya itu yang dapat ku sampaikan " Ganti aja deh, kamu gak layak jadi pemandu sorak tim basket kami" jawabnya dengan lantang sambil bergerak menuju pintu koridor ujung " Huffffffffff, ngeselin banget tu orang" sambil mengacak acak rambut . . "jangan bawa barang yang berat begini" sambil mengambil alih papan-papan itu "makasih kak" jawabku "tanganmu gapapakan ??" " nggak , nggak apa apa kok kak" ujarku agar dia tidak panik "ya udah aku bawa ini dulu ke lapangan" Diapun melangkah pergi menuju lapangan, goresan senyumku seketika muncul di ujung bibir mungilku. . . "Brakk !!" Tamparan melesat ke pipiku " Maaffin akuuu! tapi yang kamu lihat salah, aku bisa jelasin" jawabku terbatah-batah sambil menahan air mataku yang ingin keluar " Loh itu cewek murahan" pukulan tangannya hampir sekali lagi mengenai ke wajahku , tapi dihalang oleh si dingin. " APaa urusan lohh !! Loh gak berhak ya ikut campur masalah kami" Bentaknya sambil tersenyum sinis ia berkata " Cowok kok gampar cewek !? yakin situ cowok HAH !!??" Kalimat itu membuatnya geram dan pergi meninggalkan kami. . . Haiiii teman-teman jadi ini karya pertamaku dan asli hasil karanganku sendiri hehehehe ☺ Minta supportnya ya teman- teman dengan bantu vote di setiap chapter dan komen biar bisa jadi bahan referensi 🌈🙏 ••• Rank- rank yang pernah di capai dapat dilihat di bab "update rank" ☺️ Selamat membaca, Enjoyyy !✨ (Rabu, Sabtu 💕) <3 hysunshinee
Talvez você também goste
Slide 1 of 9
IGNITES (END) cover
Badai Tak Berujung [ON GOING] cover
When Mr. Bossy Falling In Love cover
MY MORTAL ENEMY! [ TERBIT ✔️] cover
Na! cover
Just another High school Story [Completed] cover
My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi] cover
LENATHAN (hiatus) cover
RUANG WAKTU  cover

IGNITES (END)

81 capítulos Concluída

(Tersedia Versi eBook) Mendengar namanya saja sudah membuat Wilona bergidik ngeri, apalagi bertemu dengan sosoknya langsung. Mungkin Lona akan kabur begitu melihat bayangannya saja. Jaglion, si cowok paling sadis 'katanya'. Bukan hanya wajahnya yang terlihat dingin, namun sikapnya juga sama. Wilona berharap tidak akan berurusan dengan cowok itu. Dia tidak ingin atmosfernya bersinggungan dengan Jaglion, meski tanpa sengaja. Namun takdir berkata lain. Hari dimana mereka bertemu adalah hari paling sial bagi Wilona. 🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮 "Jadi pacar gue atau jadi buronan?" Tawar Jaglion. "Lebih baik gue jadi buronan daripada harus jadi pacar lo!" Tolak Wilona. "Oke," Jaglion tersenyum smrik. "Gue kasih lo dua kesempatan dalam waktu 24 jam." "Dan gue nggak akan gunain kesempatan itu meskipun lo kasih waktu sampe setahun!" "Ingat, Lona, gue nggak kasih kesempatan itu ke orang lain." "Gue harap gue adalah orang lain itu," kukuh gadis itu. 🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮🏮