Hatinya sangat sedih... Hatinya sangat kacau... Dia sedang terpuruk .... Tidak ada bulan sabit yg melengkung ke atas nya... Tidak ada tatapan yang selalu berbinar di matanya... Tidak ada pelangi di sampingnya... Tidak ada cahaya yang selalu menyinari harinya.... Hanya warna hitam dan abu-abu yang di lihatnya... Harinya penuh dengan kesuraman.... Bulannya sudah pergi.... Awan Hitam sudah mengambil bulannya.... Tidak ada bulan yg menyinari nya saat malam.... Hanya langit hitam yg di lihatnya.... Dan dia di pertemukan dengan sang senja.... Hanya sang senja yang menemaninya.... Hanya sang senja yang menyinari nya saat fajar.... Senjalah yang membentuk bibir nya seperti bulan sabit.... senjalah yang membuat matanya berbinar kembali... Senjalah yang menjadi warna favoritnya.... Hanya senjalah yang membuat hatinya bahagia..... Walaupun senja datang nya hanya sebentar.... Tapi itu yang membuat hatinya tenang..... Hari-harinya sudah kembali membaik..... Dan itu berkat sang senja.... Muncul sekejap.... Indahnya selamanya.... Awal publis : 25/04/2023 By, author ( Lidia Lestari )
Detail lengkap