Story cover for mellifluos by aureliagiacinta
mellifluos
  • WpView
    LETTURE 263
  • WpVote
    Voti 44
  • WpPart
    Parti 14
  • WpView
    LETTURE 263
  • WpVote
    Voti 44
  • WpPart
    Parti 14
In corso, pubblicata il mag 11, 2020
Setelah lamanya menunggu gevin dari komanya, gia bertemu kembali dengan gevin tapi kali ini berbeda. Gevin lupa ingatannya setelah bangun dari koma.

Walau agak menyakitkan tetapi tetap ada yang terus menyemangatkan gia orang itu adalah rey, yang gia anggap penjahat.

Suka duka gia lewati bersama rey, namun suatu hati ada musibah yang menimpa keluarga gia.

Dan hancur semuanya.
Tutti i diritti riservati
Iscriviti per aggiungere mellifluos alla tua Biblioteca e ricevere tutti gli aggiornamenti
oppure
Linee guida sui contenuti
Potrebbe anche piacerti
Potrebbe anche piacerti
Slide 1 of 8
A Letter to My Sister cover
The Badboy{on Going} cover
𝑆𝐸𝐶𝑅𝐸𝑇 || 𝙎𝙐𝙆𝙃𝙊𝙊𝙉 (REMAKE)  cover
WE | Park Jihoon Treasure cover
Jeruji Masalalu cover
Dream Team TREASURE X BABY MONSTER cover
They Don't Know About Us (End) cover
18 After Me (END) cover

A Letter to My Sister

11 parti In corso

Ada sebuah rumah kecil yang berdiri dengan jendela penuh cahaya, tapi di dalamnya tersimpan kisah yang jauh dari kata sempurna. Di sana, seorang kakak bernama Arumi menjadi langit untuk empat adik laki-lakinya: Dion yang selalu mencoba jadi penopang, Haris yang berapi-api tapi diam-diam rapuh, Jewa yang menyembunyikan luka di balik senyum, dan Awan, si bungsu yang tumbuh terlalu cepat. Mereka bukan keluarga sempurna. Dunia menaruh mereka di persimpangan yang gelap, memaksa mereka berjalan dengan kaki telanjang, sambil menertawakan pahitnya hidup agar tidak hancur oleh kenyataan. Namun di balik tawa sarkas dan candaan receh, ada cinta yang diam-diam mereka jaga. Cinta yang membuat mereka bertahan, bahkan saat satu per satu kehilangan mulai merenggut kebahagiaan yang tersisa. "A Letter to My Sister" bukan sekadar kisah keluarga. Ini adalah cerita tentang cinta yang dipaksa tumbuh di tanah retak, tentang pengorbanan yang tidak selalu mendapat balasan, dan tentang kehilangan yang diam-diam menunggu di ujung jalan. Mungkin, di kehidupan lain, mereka bisa kembali duduk satu meja-lengkap, utuh, dan tanpa air mata.