Problema
  • WpView
    Reads 9,047
  • WpVote
    Votes 880
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 25, 2022
[Sequel My Ice Antariksa] HARUS BACA MY ICE ANTARIKSA TERLEBIH DAHULU "Kamu bandingin aku sama dia?"tanya Antariksa. "Bukan, ya tapi kamu sadar ga sekarang dia selalu ada buat aku. Kamu kan sibuk, sekarang kamu juga berubah"kata Alleta. "Alleta kamu sadar ga, kamu bilang aku berubah dan secara ga langsung kamu bilang dia baik"kata Antariksa mulai menekankan suaranya. "Kamu emang bener bener berubah sekarang" "Aku gasuka denger kamu bilang aku berubah"kata Antariksa. "Ya makannya jangan buat aku bilang kaya gitu"bentak Alleta. "Kalo menurut kamu dia itu lebih baik, dia selalu ada buat kamu sampe kamu nyaman gini. Kamu sama dia aja"jawab Antariksa dengan tegas.
All Rights Reserved
#102
coldgirl
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rainangkasa #2 [END]
  • Snow Man (ON GOING)
  • DIA ANGKASA
  • Bintang [end]
  • Rintik Hujan
  • SLOWLY
  • My Ice Antariksa
  • ANGKASA ✔
  • POSSESSIVE GALAKSI | Terbit
  • K.I.T.A

Hujan memang diciptakan untuk dijatuhkan. Semau dan semampu apapun hujan bertahan, tetap saja jatuh ialah keharusan. Semesta tak kenal kasih. Semesta tak pernah memilih. Jika sebuah hati berpaling, itu bukan salah semesta. Jika pada akhirnya harus mengenal perpisahan, itu juga bukan salah semesta. Salah seseorang yang tak bisa menjaga, salah seseorang yang hanya memberi kecewa. Hujan tak pernah menuntut perlakuan istimewa, namun bukan berarti dirinya diabaikan. ***** "Sa, aku cuma bantu kamu buat bebas. Biar kamu gak lagi sembunyi-sembunyi jalan sama cewek mana pun. Ini satu-satunya cara yang terbaik buat aku dan juga kamu." "Ra... " suara Angkasa berubah parau. Gerimis yang jatuh seakan menusuk seluruh tubuh Angkasa membuatnya merasa kesakitan, terutama hatinya. Namun di sini bukan hanya Angkasa yang merasa sakit, tapi Raina juga. Perempuan itu jauh lebih sakit. "Gue janji, Ra. Gue janji bakal berubah. Kasih gue satu kesempatan lagi." pintanya. Raina menggeleng seraya menarik lengannya. Kemudian, ia beranjak bangun. Disusul oleh Angkasa. Kini keduanya saling berhadapan dengan keadaan basah kuyup. "Aku harap suatu saat kamu temuin perempuan yang bisa bikin kamu bahagia, Sa." ***** Hubungan mereka berada di ambang perpisahan ketika perlahan-perlahan seseorang mengusik hati masing-masing. Ketika kisahnya tak lagi tentang dua orang yang jatuh cinta, tapi tentang dua orang yang sama-sama terluka, sama-sama mencoba bertahan, dan sama-sama melepaskan. Hujan sudah cukup sabar selama ini. Lantas, apakah masih ada kesempatan untuk merekatkan kembali yang retak? Mengembalikan kepercayaan yang dipatahkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines