LUKA UNTUK DIARSIPKAN

LUKA UNTUK DIARSIPKAN

  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 11, 2020
Jika ada yang mengatakan bahwa untuk sembuh dari luka, maka kau harus bertemu dengan orang baru, dan membuka lembaran baru untuk menjalin sebuah petualangan baru, lalu bertemu dengan orang lain untuk sekedar meredakan luka, itu bukanlah sebuah alasan untuk sembuh. Biarkan luka itu bersemayam di hatimu untuk berteduh sejenak, memberikan sebuah pesan, dan berdialog dengan pikiran. Sepatutnya, luka takkan memberikan trauma pada diri kita jika berdialog dengan luka.
All Rights Reserved
#207
sakithati
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rengkuh Rasa, Remuk Raga | ✔
  • SERPIHAN HATI [SUDAH TERBIT]
  • Kata Terpendam
  • Filosofi Semesta (COMPLETE)
  • Rustic Jam [END]
  • BAPER {SELESAI}
  • KIARA [End]
  • Jatuh Cinta itu Luka
  • Ruang Diksi [Completed]

Highest rank #1 poetry (21/03/2025) #1 poem (12/04/2025) #1 nonfiction (23/05/2025) #1 quote (15/02/2025) #1 syair (15/02/2025) #1 words (08/02/2025) #1 puisiindonesia (02/02/2025) #1 sastraindonesia (21/02/2025) #1 berpuisi (05/05/2025) #1 perih (15/03/2025) #1 antologi (15/02/2025) #1 wattpadpoetry (02/02/2025) #1 pencintasastra (02/02/2025) #2 diksi (15/05/2025) #6 favorit (23/05/2025) #9 aksara (08/02/2025) #12 nonfiksi (19/06/2025) #13 puisi (18/08/2025) #22 rasa (12/04/2025) #60 indonesiamembaca (10/03/2025) Manusia dan searsip perasaan tidak pernah ada selesainya. Rasanya aku ingin meraung, lelah terdistraksi oleh rumitnya pemikiran orang lain. "Belajarlah tumbuh dari luka," katamu berusaha membunuh resahku. Dalam sesak diriku menjawab, "dan semoga luka itu juga mau menerima aku." Aku tau seberapa sulitnya menjadi manusia, atau seberapa banyak sakit yang harus kamu tahan hanya karena tidak punya tempat berkeluh-kesah. Untuk tubuh-tubuh yang remuk oleh luka, sajak-sajak ini lahir untuk membimbingmu merengkuh seluruh perasaan. *** Seri Satu dari antologi puisi FOUR ©2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines