Garis Takdir

Garis Takdir

  • WpView
    Reads 74
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 24, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Patah hati adalah bagian terpilu dari jatuh cinta yang diklaim sebagai cinta sempurna dan kisah yang terakhir. Lantas jika memang itu adalah cinta yang sempurna, mengapa harus ada luka dikemudian hari? Mengapa ia yang dipercaya mampu menyembuhkan luka itu, malah menjadi penyebab luka-luka selanjutnya? Ternyata ada yang salah dari cara Lian mencintai seseorang. Ada yang keliru, dan kekeliruan itu akhirnya disadari setelah berbagai luka telah ia sembuhkan dengan sendirinya. Setelah ia sadar bahwa tiada hak baginya untuk meminta semesta agar membuat seseorang yang dicintainya itu tetap dengannya sebagaimana ia juga bertahan dari berbagai kecewa yang diakibatkannya. Tapi semesta selalu punya caranya untuk mendewasakan. Inilah kisah perjalanan Lian dalam mengarungi bahagia dan pilu, percaya dan terkhianati, luka dan sembuh, hingga akhirnya ia tersadar bahwa takdirnya adalah tempat dimana ia melangkahkan kakinya untuk pertama kalinya, tempat kembali setelah perjalanan yang begitu melelahkan ini.
All Rights Reserved
#639
takdir
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Regrets of Love
  • RUANG LUKA (END)
  • About You
  • Saat Cinta Tak Terucap
  • [1] LUKA SEMESTA [END]
  • PERAYAAN PATAH HATI
  • Ketukan Takdir
  • WISHES.

Kamu berhasil menyadarkanku makna cinta yang sesungguhnya. Semua tampak jelas bagaimana caramu menjagaku. Hingga aku mendengar kata yang sudah lama kunanti terucap dari bibirmu. Cinta... Begitulah kedengarannya, sangat manis bukan? Tapi tidak bagiku. Kamu mampu menanam kuat kata cinta dalam hatiku dan membuat kata cinta menjadi hancur. Mungkin bagimu cinta telah lenyap begitu saja terbawa oleh angin, sama seperti jiwamu yang telah hilang di mataku, namun tidak di hatiku. Suatu ketika dia hadir membawa cinta. Aku mulai meragukan apakah cinta benar nyata. Haruskah kubuka kembali pintu hatiku yang telah lama tertutup karena kamu berada didalamnya? Sanggupkah aku melupakanmu dan membuang jauh kenangan yang telah kita ciptakan? Apa mungkin jika suatu saat nanti kamu dan dia berada dalam satu hati yang sama? Sangat disesali jika hal itu benar terjadi. Namun, dia mewujudkan kemungkinan itu dengan caranya sendiri. Akankah kusebut kisah yang Tuhan gariskan adalah penyesalan cinta?

More details
WpActionLinkContent Guidelines