Ini hanyalah sedikit kisah tentang seseorang yang ingin mendapat keadilan,kasih sayang,dan pengertian dari mereka. Segala cara sudah ia lakukan untuk menutupi atau bahkan menghilangkan luka yang tak juga hilang. Dia harus bagaimana?
****
Alika Putri Maheswari, namanya. Gadis 17 tahun yang sudah mendapat beribu-ribu luka disetiap waktunya. Mendapatkan hati Alexandre Bram's Manuel-most wanted di sekolahnya mungkin sudah menjadi hal yang sering dia lakukan. Ralat,bukan mungkin lagi. Jika kalian menilai itu obsesi,salah. Dia mencintai Alex tulus,bukan karena wajah tampannya,bukan karena kekayaannya,bukan juga karena jabatannya sebagai ketua geng legendaris di kota milenial ini-The Nemesis. Dia berbeda dengan gadis lainnya.
Ternyata,penolakan disertai kata kasar dari Alex tidak menjadi salah satu sumber rasa sakitnya selama ini. Keluarganya juga tidak menganggapnya ada. Teman-temannya bahkan perlahan meninggalkannya. Dia harus menahan beban ini sendirian. Sampai sesuatu terjadi,disinilah awal kebahagiaannya.
****
"Jangan berharap kalo gue bakal suka sama lo! Karena itu nggak akan terjadi,SELAMANYA! Lo nggak lebih dari cewek murahan!!"
"Seberapa keras kamu bentak aku,seberapa sering kamu nolak aku. Aku nggak akan nyerah gitu aja. Karena aku,mencintaimu,sangat tulus."
****
Hai,hope you like it! 😁💖
This is my first story. Maaf,kalo masi nggak jelas alurnya,updatenya juga lama. Kalo mau kasih krisan,boleh,boleh banget!!💞
Jika ada kesamaan nama tokoh,tempat,alur,mohon maaf,karena itu ketidak sengajaan. Cerita ini saya dapat dari otak saya sendiri.🙏😉
Terimakasih.
Cover by pinterest
Per part nya singkat 500 - 600 an kata
------------------------
Ini kisah tentang Arqeela Zea , gadis berusia 18 tahun yang lebih suka kesunyiaan dan hal hal yang ia sembunyikan dengan apik.
Hingga suatu hari ia harus berurusan dengan laki-laki bernama Arfah Setya Argantara, salah satu triplets Most Wanted di SMA.
*********************************
"Lo masih harus dirawat Ze," Ujar Arfah lirih.
"Gue ga kenapa-kenapa, dan sekarang gue mau balik ke sekolah," Dengan wajah pucat nya Zea menatap Arfah datar.
"Setelah apa yang terjadi, lo masih mikirin sekolah? Lo gila?!" Arfah menaikan sedikit nada bicaranya.
"LO YANG GILA! GUE GA HAMIL ARFAH! LO TERLALU LAWAK BILANG GUE KEGUGURAN!" Tubuh Zea merosot, runtuh sudah pertahanannya. Air mata nya mengalir begitu deras.
"Maafin gue Ze, gue bener-bener minta maaf," Arfah memeluk tubuh Zea yang gemetar dengan tangis yang pecah penuh sesak, membuat keempat orang lainnya ikut meraskan luka nya.