DEAR MAS HANAN ( Hanan dan Bulan)

DEAR MAS HANAN ( Hanan dan Bulan)

  • WpView
    Reads 132
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 15, 2020
"Mas Hanan!!!" "Mas Hanan!!!" teriak para segerombolan adik-adik kelasnya agar di notice oleh kakak Alumninya. Muhammad Hanan Ath-thahir, nama yang indah bukan? sama seperti yang punya nama. Siapa yang tidak mengenal dia? Dia sudah tampan, Pintar, Hafiz Quran, baik, terkenal di kalangan wanita, tapi dingin abis dan cuek bebek. Sedangkan aku hanyalah seorang wanita yang bernama aneh Rembulan Rasidha Malik yang hanya bisa marah-marah, suka mencari keributan, mencari masalah, cengeng, sepertinya tidak ada kelebihan yang ada diriku. Sangat berbeda bukan? Tapi kami selalu dipertemukan di setiap situasi. Aku bertemu dengannya saat awan sedang menangis dan diriku juga menangis dia berkata "La Tahzan Innallaha Ma'ana". Kata-kata tersebut membuat aku berubah dan hijrah ke jalan yang benar.
All Rights Reserved
#128
quran
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SAYA BUKAN SEORANG GUS
  • Mengejar Hafiz
  • De Beste Imam
  • HANATHAR [END]
  • HANA (Republish)
  • Imam Untuk Aisyah
  • Air Mata Cinta Di Teras Surga ( SELESAI )
  • Akhirnya Aku Menikah (Revisi)
  • Dibalik Lencana Dan Sketsa
  • Sang Calon Makmum [SELESAI]

BIASAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA‼️ "ngga ada yang ga bisa jika itu semua karena ingin mencari ridha Allah orang tua" seorang pria yang ingin sekolah di bandung bersama sepupunya, tapi terpaksa harus masuk pesantren demi mewujudkan impian orang tuanya. setelah itu dia bertemu dengan seorang wanita dan mulai jatuh cinta, sehingga dia memberanikan diri untuk bertemu dengan nya tapi, 97/100% dia sangat berharap bahwa jodohnya adalah seorang gus (keturunan kyai). "aishfa" panggilnya. "iya?" balas aishfa sopan. "maaf, saya mau ajakin kamu buat ta'aruf, kamu mau?" tanya nya dengan keringat dingin. "tapi type saya gus" jawab aishfa. "maaf saya bukan gus, dan saya tidak akan pernah bisa untuk mendapatkan gelar gus dan memberikanmu gelar ning" balasnya. "kalo begitu saya pamit, assalamualaikum" pamitnya. "ehh ustadz...." panggil seorang wanita dengan berlari kecil dari arah belakang aishfa. "dia siapa mba? mba kenal?" tanya aishfa penasaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines