Story cover for BUMI by rinduu19
BUMI
  • WpView
    LECTURES 501
  • WpVote
    Votes 146
  • WpPart
    Chapitres 11
  • WpView
    LECTURES 501
  • WpVote
    Votes 146
  • WpPart
    Chapitres 11
En cours d'écriture, Publié initialement mai 12, 2020
Bumi membenci bulan
Bumi tidak suka bulan
Bumi tidak berharap adanya bulan
Meski begitu
Bulan tetap ada untuk Bumi
Bulan memberi cahaya pada Bumi yang terselimuti kegelapan
Bulan tetap memberikan senyuman pada semua meski hanya gelap yang menemaninya








So, apa kalian mau kelanjutannya?
Ayo baca dong!!
Kita ikuti akhir dari semuanya,oke?
Jangan lupa share ya kalau suka
FOLLOW !!!!!
Thanks ❤❤
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter BUMI à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
#89bumi
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
BULAN (END), écrit par iloveyoubyy
34 chapitres Terminé
Bulan sosok yang terlahir dengan sejuta kasih sayang, namun pada ahkirnya ia kehilangan sejuta kasih sayang tersebut. Takdir mempermainkan dirinya dengan baik, menyisakan kesedihan di dalam kehidupannya. Menyisakan goresan-goresan yang tidak ia ketahui kapan goresan tersebut akan menghilang, hingga ahkirnya membawa pemeran lain ke dalam kisahnya. Seorang pria yang terlihat dingin_Max. Keduanya hidup dalam permainan takdir yang sama, membawa keduanya kedalam hubungan yang sangat sulit untuk dipahami. Mengharuskan keduanya menjalani takdir agar mendapatkan ahkir dalam cerita keduanya, namun siapa sangka jika takdir akan kembali mempermainkan keduanya dengan tamparan yang lebih kuat lagi. Membuat semuanya kembali terluka dengan alasan yang sama. Takdir kembali berulah,,, "Mama menjebak aku?" Tanya Bulan dengan raut wajah yang tidak bisa di katakan lembut, raut wajahnya penuh dengan marah. "Sayang dengarkan Mama, Mama akan menjelaskan semuanya." Bujuk wanita paru baya_Vivi yang mencoba memegang tangan menantunya. "Jangan sentuh aku." Teriak Bulan sambil menangkis tangan mertuanya. "Jaga tingkah kamu. Dia Mamaku!" Teriakan pria itu begitu lantang dan hanya di tanggapi senyum kecewa oleh Bulan. "Kamu sama saja Max, aku sangat membenci kalian." Ucap Bulan dengan mata yang memancarkan masih memancarkan kekecewaan, tapi percayalah rasa kecewa yang ia rasakan kini lebih besar dari dari pada rasa amarahnya. . . . . Bulan & Max Selesai Revisi Jumat 13 November 2020
BINTANG&BULAN, écrit par chacalen_
40 chapitres En cours d'écriture
{ FOLLOW SEBELUM BACA } • • • • • • Galaksi Bulan Aksara ia pernah percaya pada cinta-hingga dikhianati dan ditinggalkan. Luka itu membuatnya menutup hati, membenci cinta, juga kenangan yang terus menghantuinya. Baginya, cinta hanya omong kosong yang tak layak dipercaya. Namun segalanya berubah ketika Gerhana Bintang Antariksa hadir dalam hidupnya. Ketua gengster itu keras, egois, dan selalu mendapatkan apa yang dia mau-termasuk Bulan. Dengan segala cara, Bintang mendekatinya hingga memaksanya menerima sebuah kesepakatan: mereka harus berpacaran. Awalnya, semua hanya perjanjian tanpa perasaan. Tapi perlahan, dinding yang Bulan bangun mulai runtuh. Saat ia mulai kembali percaya, rahasia kelam terungkap, membawa luka yang lebih dalam dari sebelumnya. Apakah Bulan akan bertahan? Atau kembali membenci cinta selamanya? Penasaran sama kisah mereka?, yaudah yok mampir cuss🏃‍♀️🏃 • • • • " aku kira kamu akan menjadi obat ternyata malah menjadi luka yang hebat, mari saling melepaskan untuk menghilangkan rasa sakit yang ada"_bulan " maaf namun ini juga sulit buat gue"_bintang " kamu jahat, tetapi kenapa aku tidak bisa membenci mu?"_bulan " lo terlalu indah untuk gue hancurkan, bulan"_bintang " tapi sekarang aku sudah hancur bintang"_bulan • • • • • ⚠️ dilarang mengcopy cerita aku!!, kalau copy aku santet kamu ya‼️🔪🔪 ⚠️ cerita ini murni dari otak aku sendiri, dan jangan bawa lapak lain ke sini karena tidak ada unsur jiplak di sini. PAHAM🖐🏻‼️🔪
Tiga Belas Misi ✔️, écrit par mooniemakeu
43 chapitres Terminé
"Kalau kamu benci dengan perpisahan, berarti kamu tidak punya hak untuk mengasihi pertemuan." "Kenapa gitu, Kak?" "Perpisahan ada karena eksistensi dari pertemuan. Jadi, bukankah kamu seharusnya membenci apa yang bisa membuat perpisahan itu muncul?" ••••• Mentari kira, jalan salah yang ia ambil adalah jalan yang terbaik. Jalan yang mungkin bisa membantu dirinya dan ayahnya keluar dari jerat kemiskinan. Namun, ternyata jalan itulah yang membuat Mentari dipertemukan pada sosok Bulan. Pemuda berwajah teduh yang dikenal dengan kalimat ajaibnya. "Lakuin sekarang, belum tentu lima menit yang akan datang kamu masih hidup." Tiga Belas Misi Menuju Kebahagiaan. Begitu Mentari menyebutnya. Khusus untuk Bulan, hanya untuk Bulan, pemuda baik yang tak lain adalah kakak tingkat di kampusnya. Namun, hari-hari yang mereka lalui demi menyelesaikan misi itu membuat semesta dengan lancangnya menciptakan perasaan baru di hati Mentari. Perasaan yang tak seharusnya tumbuh, terlebih jika itu tertuju pada Bulan. Apalagi ketika Mentari sadar, bulan lebih indah bersama bintang, bukan matahari. Ketika hati Mentari kian terluka dengan rasa yang tak mungkin terbalas, semesta justru menambah luka dengan rentetan kisah masa lalu yang terpaksa harus direka ulang. Lalu, kapan sekiranya semesta akan memberi tanggal yang tepat untuk kebahagiaan Mentari? ⚠️Mengandung kata kasar dan hal-hal berbau perundungan. Do not copy my story! Amazing cover by Dhiya Moon Started : 20 Agustus 2022 Finished : 08 Januari 2023
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 10
BULAN (END) cover
Epilog Tanpa Prolog cover
Bulan Matahari cover
BINTANG&BULAN cover
VAGALDARA [TERBIT] cover
[ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun cover
Memories in Moon cover
D'amore (End) cover
FILTER cover
Tiga Belas Misi ✔️ cover

BULAN (END)

34 chapitres Terminé

Bulan sosok yang terlahir dengan sejuta kasih sayang, namun pada ahkirnya ia kehilangan sejuta kasih sayang tersebut. Takdir mempermainkan dirinya dengan baik, menyisakan kesedihan di dalam kehidupannya. Menyisakan goresan-goresan yang tidak ia ketahui kapan goresan tersebut akan menghilang, hingga ahkirnya membawa pemeran lain ke dalam kisahnya. Seorang pria yang terlihat dingin_Max. Keduanya hidup dalam permainan takdir yang sama, membawa keduanya kedalam hubungan yang sangat sulit untuk dipahami. Mengharuskan keduanya menjalani takdir agar mendapatkan ahkir dalam cerita keduanya, namun siapa sangka jika takdir akan kembali mempermainkan keduanya dengan tamparan yang lebih kuat lagi. Membuat semuanya kembali terluka dengan alasan yang sama. Takdir kembali berulah,,, "Mama menjebak aku?" Tanya Bulan dengan raut wajah yang tidak bisa di katakan lembut, raut wajahnya penuh dengan marah. "Sayang dengarkan Mama, Mama akan menjelaskan semuanya." Bujuk wanita paru baya_Vivi yang mencoba memegang tangan menantunya. "Jangan sentuh aku." Teriak Bulan sambil menangkis tangan mertuanya. "Jaga tingkah kamu. Dia Mamaku!" Teriakan pria itu begitu lantang dan hanya di tanggapi senyum kecewa oleh Bulan. "Kamu sama saja Max, aku sangat membenci kalian." Ucap Bulan dengan mata yang memancarkan masih memancarkan kekecewaan, tapi percayalah rasa kecewa yang ia rasakan kini lebih besar dari dari pada rasa amarahnya. . . . . Bulan & Max Selesai Revisi Jumat 13 November 2020