Epoch•√

Epoch•√

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 2, 2020
Sepasang remaja tiba-tiba menghentikan langkahnya tepat saat keduanya ingin berteduh disebuah halte bus. Mata Bianca tertuju kearah seorang pria yang berdiri tepat di hadapanya, seorang pria yang memakai kemeja berwarna coklat susu, dan celana hitam panjang yang membuatnya terlihat lebih tinggi. Mata keduanya seolah membeku, mulut keduanya pun ikut bungkam seolah hari itu dunia berhenti bergerak untuk sepersekian detik. Hujan hari itu turun begitu deras, suara rintikan hujan yang jatuh ke jalanan seolah menjadi melodi penuh sendu untuk kembali ke masa lalu. Namun semua berakhir ketika seorang pria yang sudah sedari tadi berada disamping Bianca tiba- tiba menggenggam tangannya. "Anka ayo pergi, untuk kali ini ikut aku ya" Bianca membalas genggaman tersebut, yang berartikan ia siap kabur kemana pun bersama pria tersebut, ia siap terkena derasnya rintik hujan yang akan membasahi seluruh tubuhnya. Ia siap meninggalkan masa lalunya; ........ ..... ... . . Let's meet after you read this story!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cerita Kita
  • LOVE GAME (Repost)
  • Let Me Be The One  ✅
  • The Last Month [END]
  • Amor Almira
  • RASSYA [ON GOING]
  • Exams In Love
  • OUR HAPPINESS?
  • Aku, Kamu dan Hujan
  • KEYLA

Awal pertemuan hanya biasa saja, saling menyapa tak menyimpan maksud apa-apa. Kemudian pertemuan kedua, mulai malu-malu dengan sorotan mata yang tajam diantara gadis dan lelaki. Seiring jalannya waktu hadirlah seorang mantan yang membuat Bianca bertanya apakah ini kebetulan atau sudah di rencanakan. Bagaimana kisah-kisah dan konflik Bianca? Cus! Mari kita bongkar bersama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines