Broken Home

Broken Home

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 12, 2020
Berawal dari sebuah kisah masa kecilkuu aku dilahirkan dari keluarga yang cukup ada, aku 4 bersaudara dan aku adalah anak terakhir, ayahku seorang Abdi negara dan ibuku Ibu Rumah tangga. Seiringnya waktu semuanya berjalan seperti air, ayah dan ibuku mulai ribut saling membela dirinya sendiri waktu ku masih kelas 1 sd, akhirnya karena ibuku merasa sudah tidak cocok aku dan kakak kakakku pindah kerumah nenek tetapi ayah ingin tetap bersama ibuku, tidak mau pisah dan ke 3 kalinya ibuku merasa tidak kuat aku kembali kerumah nenek dan aku pun pindah sekolah dengan kakak laki laki ku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)
  • Behind Blood Relations
  • apa itu rumah???
  • M E M O R Y  (On Going)
  • Like Father Like Son
  • Broken Home
  • ECCEDENTESIAST (COMPLETED)
  • Broken Home (Ended) [Revisi]
  • PLEASE,,,LOVE ME BOY!! (ON GOING)

Aku hanya mampu berdiri di ambang pintu kamarku, menyaksikan tawa lepas mereka, kebersamaan mereka, canda tawa mereka, dan kebahagiaan yang terpancar jelas dari raut wajah mereka. Masihkah aku dianggap dalam keluarga ini? Masihkah aku terlihat dalam keluarga ini? Masih adakah aku dalam hati mereka? Atau mungkin aku hanya dianggap angin lalu yang sama sekali tidak penting dan tidak ada gunanya? Tanpa terasa air mata ini sudah mengalir deras, mengalir membasahi pipiku, aku tak berniat untuk menghapusnya, karena aku yakin air mata ini akan terus mengalir walau aku sudah beberapa kali menghapusnya. Hatiku sangat perih, dadaku begitu sakit, kepalaku mulai terasa pusing dan berat, memang hanya rasa sakit lah yang selalu setia menemaniku saat aku merasa sendiri dan terasingkan seperti ini. Sering aku bertanya-tanya, apakah aku bukan anak kandung mereka? Apakah kehadiranku di dunia ini sama sekali tak di inginkan? Apakah aku hanya anak terbuang yang di pungut oleh mereka? Perasaan sakit dan rasa iri ini selalu membuatku bertanya-tanya dalam hati, namun aku tahu bahwa aku tak sepantasnya untuk bertanya seperti itu, biar bagaimana pun mereka adalah keluarga yang menjaga dan mengasihiku selama ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines