Menangis untuk Bersyukur

Menangis untuk Bersyukur

  • WpView
    Reads 528
  • WpVote
    Votes 131
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 10, 2020
WpInfo
Non-Fiction
Menangis untuk bersyukur, menceritakan tentang kisah hidup seorang anak perempuan yang selalu belajar untuk bersyukur dalam menjalani setiap cerita perjalanan hidupnya. Jatuh bangun dan terus bangkit akan selalu ia lewati. Meski rasa sakit yang sering di alami, tapi ia sadar akan ada tawa bahagia yang menanti jika terus bersabar dan bersyukur dengan semua yang terjadi.
All Rights Reserved
#32
shcool
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dari Luka Untuk Tawa✓
  • Arkrasiv ☑️
  • Back For Me (Completed)
  • Terima Kasih, Benua ✓
  • Love In Silence (Complete)
  • Mari Kita Berdamai dengan Luka  (TAMAT)
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • Nouvelle
  • The Bloodcurdling Sword (COMPLETE) √
  • Apakah Mencintai Itu Salah? [Completed]

Terimakasih luka ... Walau datangmu tak pernah jadi harap, Walau adamu selalu menjadi tangis, Tapi, berkatmu aku sadar ... Tak ada bahagia selagi kau belum terlihat. Jangan bersedih, luka ... Karena hadirmu adalah mutlak. Dan aku tak bisa menolak. Sebab, kau akan menjadi sumber, akan datangnya bahagia suatu hari nanti. Ya, masih nanti ... Entah kapan tepatnya. _Kenta Senjaya_ °°° Hidup di dunia itu selalu berdampingan. Seperti contohnya, tawa akan selalu berdampingan dengan luka. Jadi, jangan terlalu bahagia jika tak ingin terluka lebih banyak. Ini tentang kisah remaja 16 tahun yang selalu terlibat dengan drama kehidupan. Bangkit untuk jatuh, tertawa untuk menangis, bertemu untuk kehilangan, dan begitu seterusnya. Karena nyatanya Roda kehidupan akan terus berputar. Siap tak siap remaja 16 tahun ini harus tetap menghadapinya. Konflik kehidupan tak akan pernah berhenti jika nafas masih berhembus. plagiat silahkan minggat! Murni karya sendiri. Jangan lupa vote dan coment nya. Terimakasih untuk yang sudah berkenan mampir di cerita ini. Salam: Shinyaya ©2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines