Aku Menjemput Cinta

Aku Menjemput Cinta

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 13, 2020
Setiap orang punya masa lalu. Namun, ia berhak untuk memperbaiki diri di masa kini dan berjuang menggapai impian di masa depan. Tak peduli sekelam apapun masa lalumu. Kau berhak untuk berhijrah. Kau berhak untuk mendekat kepada-Nya. Kau berhak untuk bahagia. Berawal dari tekad yang kuat untuk memulai suatu perubahan yang akhirnya membawanya kepada cintanya. Perubahan yang membawaku untuk menjemput cinta-Nya. Perubahan yang merubah semuanya. Dan disini semua kisah itu dimulai.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Assalamualaikum Imamku
  • Aku Tersentuh Cinta
  • A woman with all her destiny and dreams (ON GOING)
  • Hafizhah [sudah terbit]
  • Sepenggal Kisah Hijrah (Selesai)
  • Alur Bersamamu [Complated]
  • Cinta tak keliru (END)
  • Kau Bukan Untukku(end)
  • New student
  • ASHILA

[cerpen spiritual] ~~ Suamiku, Aku sangat bersyukur kepada Tuhan telah mengirimmu untuk menjadi penggenap imanku. Ketika aku datang dengan berjuta kekurangan, kamu melengkapi dengan segenap yang kamu miliki. Suamiku, Aku tahu. Aku bukan perempuan sempurna. Tapi izinkan aku menjadi istri yang bisa berbakti terhadap suaminya dan juga kedua orang tuanya. Aku ingin mencintaimu dengan cara yang baik dan selalu berdoa untuk mendapatkan ridhoNya. Suamiku, Aku suka dengan caramu memperlakukanku. Ketika diri ini berbuat sesuatu yang salah, kamu tidak memarahiku. Kamu justru membimbingku. Aku tidak menyangka bisa mendapatkan lelaki sepertimu. Tuhan baik sekali ya padaku? Kamu lelaki terhebat setelah ayahku. Suamiku, Terimakasih sudah memilihku menjadi pendampingmu. Kamu itu unik. Tapi kamu jahat. Dulu kamu selalu membuatku terus-terusan memkirkanmu. Padahal waktunya belum tepat, tapi itulah kamu. Selalu saja berhasil masuk dalam bayang-bayang pikirku. Suamiku, Aku perempuan yang beruntung bukan? Bisa mendapat lelaki sepertimu, cinta pertama dan terakhirku. Sudah kubilang. Tuhan baik sekali padaku, sampai-sampai tidak ada kata yang bisa menggambarkan bagaimana bahagianya aku. Iya kamu. Kekasih halalku, imam dunia akhiratku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines