Hujan Tanpa Vero

Hujan Tanpa Vero

  • WpView
    Reads 131
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 9, 2021
"Ku menuliskan surat ini untukmu, lelaki yang membawa perubahan besar dalam hidupku. Lelaki penikmat hujan, yang selalu tersenyum saat hujan turun dan selalu membawa kebahagian untuk orang lain. Apakah kita dapat bermain bersama lagi di bawah derasnya hujan? Dengan tawa dan bahagia yang menyelimuti kita... Lelaki yang memiliki senyum manis dan berhati lembut, yang memiliki begitu banyak rahasia dalam hidupnya yang selalu ia tutupi dari semua orang. siapa yang tak akan jatuh cinta padanya? Dia membuatku menyukai hujan dan aku membuatnya menyukai senja"
All Rights Reserved
#33
vero
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rainangkasa #2 [END]
  • Dalam Rintik yang Sama
  • Hujan di Kala Senja
  • Senja Setelah Hujan Desember
  • Haters and Lovers of Rain [END]
  • Bukan Salahnya Hujan (Completed)
  • The Rain
  • Rain Sound
  • HUJAN WAKTU ITU
  • Miracle of Wonder Rain [END]

Hujan memang diciptakan untuk dijatuhkan. Semau dan semampu apapun hujan bertahan, tetap saja jatuh ialah keharusan. Semesta tak kenal kasih. Semesta tak pernah memilih. Jika sebuah hati berpaling, itu bukan salah semesta. Jika pada akhirnya harus mengenal perpisahan, itu juga bukan salah semesta. Salah seseorang yang tak bisa menjaga, salah seseorang yang hanya memberi kecewa. Hujan tak pernah menuntut perlakuan istimewa, namun bukan berarti dirinya diabaikan. ***** "Sa, aku cuma bantu kamu buat bebas. Biar kamu gak lagi sembunyi-sembunyi jalan sama cewek mana pun. Ini satu-satunya cara yang terbaik buat aku dan juga kamu." "Ra... " suara Angkasa berubah parau. Gerimis yang jatuh seakan menusuk seluruh tubuh Angkasa membuatnya merasa kesakitan, terutama hatinya. Namun di sini bukan hanya Angkasa yang merasa sakit, tapi Raina juga. Perempuan itu jauh lebih sakit. "Gue janji, Ra. Gue janji bakal berubah. Kasih gue satu kesempatan lagi." pintanya. Raina menggeleng seraya menarik lengannya. Kemudian, ia beranjak bangun. Disusul oleh Angkasa. Kini keduanya saling berhadapan dengan keadaan basah kuyup. "Aku harap suatu saat kamu temuin perempuan yang bisa bikin kamu bahagia, Sa." ***** Hubungan mereka berada di ambang perpisahan ketika perlahan-perlahan seseorang mengusik hati masing-masing. Ketika kisahnya tak lagi tentang dua orang yang jatuh cinta, tapi tentang dua orang yang sama-sama terluka, sama-sama mencoba bertahan, dan sama-sama melepaskan. Hujan sudah cukup sabar selama ini. Lantas, apakah masih ada kesempatan untuk merekatkan kembali yang retak? Mengembalikan kepercayaan yang dipatahkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines