Story cover for puisiku by HafidzatuzAlLatif
puisiku
  • WpView
    Reads 129
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 129
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published May 12, 2020
assalaamu'alaikum. bismillah. semoga bisa mengawali kata-kata saya dengan baik mulai saat ini hingga Seterusny. aamiiiiiin. 

hanya sebuah kata-kata.buat menyalurkan hobi. 
dimana aku hanyalah makhluk biasa yg punya hobi menulis puisi... juga membaca cerita... 
kan kutulis puisi ini berdasarkan kenyamanan kata. 
mungkin ada kata-kata yang memotivasi ataupun menjatuhkan tanpa sengaja. mohon memaklumi. 
semoga juga tidak ada yang memplagiat karya tulis saya yang kecil ini.agar tak menjadikan saya pesimis.karena saya hanyalah penulis pemula. yg belum tau keluasan ilmu tentang menulis. 

juga permohonan saya, jika ada kata-kata yang salah ataupun penulisannya yang salah saya mohon kritik dan sarannya.juga buat teman-teman yang mengenal saya ajari saya tentang kepenulisan ini ya! agar saya bisa memperbaiki setiap kesalahan saya dalam menulis. 

semoga saya bisa menulis dengan baik dan benar.berkarya dengan semakin semangat dan bertambah bagus. semoga saya juga sehat selalu dalam lindungan-Nya. aamiiiiin
All Rights Reserved
Sign up to add puisiku to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah by akmal1505
25 parts Ongoing Mature
Hanya menuang segala kata dalam hiruk-pikuk kehidupan-merekam apa yang lewat, menuliskan apa yang terlintas, tanpa janji akan kedalaman atau kebijaksanaan. Tidak ada urgensi untuk menjelaskan, tidak ada kepentingan untuk dipahami, sebab dunia sudah penuh dengan orang yang mengira dirinya tokoh utama. Kata-kata berdiri sendiri, mengalir mengikuti arus yang tak selalu jelas arahnya, seperti rapat yang seharusnya bisa diselesaikan dengan satu email. Kadang tajam, kadang datar, sering kali hanya sekadar ada, mengisi ruang seperti iklan yang muncul di saat paling tidak dibutuhkan. Kadang melankolis, kadang sinis, kadang seperti bercanda tapi ternyata menyelipkan sesuatu yang dalam. Hidup ini kadang absurd kadang, ah sudahlah-namun makna di dalamnya juga sering lewat tanpa permisi. Saya pun sadar, tidak semua orang punya waktu untuk membaca sesuatu yang mungkin hanya sekadar refleksi seseorang yang terlalu banyak diam di pojok ruangan, mengamati bagaimana orang-orang tertawa, menangis, lalu pura-pura lupa bahwa mereka pernah melakukan keduanya. Tapi tenang saja, saya tidak akan memaksa Anda untuk membaca sampai selesai-membaca separuh lalu berpikir, "Ah, ini mah nggak masuk akal," juga merupakan bagian dari perjalanan menemukan makna, bukan? Maka, jika pada akhirnya tulisan ini lebih mirip tumpukan halaman tugas yang ditunda dikerjakan sampai tenggat waktu atau coretan iseng di pinggir buku catatan kuliah yang berakhir lebih eksistensial dari esai akademik-saya tidak akan terkejut. Seperti manusia yang mencari hiburan, semua tulisan ini juga mungkin sedang mencari pembacanya yang tepat, atau setidaknya, seseorang yang cukup penasaran untuk bertanya, "Ini cerita isinya apa sih?" sebelum akhirnya menguap dan kembali membuka media sosial. Jika Anda menemukan sesuatu yang berharga di dalamnya, anggap saja saya sedang beruntung. Jika tidak, ya, setidaknya saya sudah menyumbang satu tulisan lagi ke alam semesta ini.
di akhir perang by nbeningnurislami
11 parts Ongoing
" untuk mu agama mu, Dan untuk ku agama ku ( al kafirun ayat 6 ) kamu boleh mencintainya, Tapi jangan ambil dia dari tuhan nya ( korintus 6:14-15) ~ pada masanya, seseorang akan pergi dengan sendirinya. Dan pada waktunya, seseorang akan datang dengan rencana nya. kita berada di antara doa dan harapan. bertemu dalam persimpangan takdir, kita hanyalah hasil dari kesengajaan yang di ciptakan semesta. kau dan aku, dua insan yang tengah menjalin cinta namun terjebak dalam jurang pemisah paling bahaya. antara adzan yang berkumandang dan lonceng yang berdentang. antara kiblat yang tentukan arahku pulang dan salib yang membuat mu tenang. antara manisnya syahadat dan dahsyatnya syafaat. antara hitungan tasbih dan kalungan rosairo. ini bukan lagi perihal cinta tapi keyakinan tidak ada yang bisa berjalan mulus setelah ini. kita hanya akan menjadi penghianat entah aku yang meninggalkan Allah ku atau kamu yang meninggalkan Tuhan mu. kita hanyalah luka yang tertunda semakin lama mungkin akan semakin sulit untuk di redam, tolong ingat kali ini bukan takdir yang jahat tapi kita yang terlalu menentang akal sehat. biarlah kita menjadi sebuah kenangan yang akan ku simpan dengan benar. dari kamu aku belajar bahwa mengiklaskan adalah cara terbaik dari mencintai, tak apa setidaknya aku pernah membuat mu tertawa,pernah bebagi kisah juga pernah menjalani hari yang sulit untuk di lupakan. terkadang ada beberapa hal yang tidak bisa kita miliki tapi setidaknya bisa menjadi kenangan yang akan abadi.
You may also like
Slide 1 of 10
TAKDIR TAK TERDUGA (on going)  cover
Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah cover
sayangnya cila ke ciara cover
beautiful seduction cover
Goresan Pena cover
7 boys with 7 girl cover
di akhir perang cover
Hijrah cover
I Love Bad Boy (Aku Cinta Laki Laki Nakal) cover
Because Of You cover

TAKDIR TAK TERDUGA (on going)

30 parts Ongoing

saya memilih mu bukan karena siapa kah dirimu tetapi saya memilih mu karena Tuhan sudah mentakdirkan ku dengan mu, saya tidak peduli kekurangan mu sebanyak apa karena saya pun masih banyak kekurangan yang harus di lengkapi,dengan itu saya meminta mu menjadi pelengkap dari segala kekurangan saya -Muhammad Fathir al-khairy