A Hope
  • WpView
    Reads 77
  • WpVote
    Votes 49
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 23, 2020
Seorang gadis yang bernama Alexa yang hidupnya penuh dengan cobaan. Awalnya hidupnya tidaklah buruk, tetapi setelah Ibunya meninggal kehidupannya mulai berubah. Mulai dari Ayahnya yang menikahi sorang janda beranak satu, teman-teman sekolahnya yang mulai menjauhinya, hingga tuntutan dari keluarga Ibunya yang memperebutkan harta yang ditinggalkan sang Ibu. "Hidup seperti sebuah roda, kadang diatas dan kadang dibawah. Tetapi ada saja orang yang beranggapan bahwa hidupnya selalu berada di bawah, dia tidak pernah tau bahwa rencana Tuhan tidak pernah terduga" -LavenderFlowers ============================================= May 12, 2020 -Srory01 ⚠Don't forget to Vote and Comment (if you like my stories) -Li a.k.a Lavender_Flowers
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Selamat Tinggal
  • Secret In Silence
  • THE UNYIELDING  [END]
  • Perjalanan Cinta  { FREFLO }  END
  • BUMANTARA
  • JAM 3 SORE
  • SLOWLY FALLING [TERSEDIA DI KUBACA]
  • Jodohku

Beberapa luka tak berdarah, tapi mengalir seumur hidup. Samantha Aksa tumbuh dalam rumah yang sepi, diiringi senyap gitar yang tak lagi bersuara, dan kenangan ayah yang pergi sebelum sempat dimaafkan. Ibunya menyerah pada duka, meninggalkannya bersama sunyi yang tak pernah ia minta. Lalu hadir Bu Dina-seorang guru dengan tatapan yang mengingatkan pada masa lalu, dan Luna-sahabat lama yang kembali seperti musim yang enggan pergi. Di antara balkon sekolah, langit jingga, dan nyanyian yang tak rampung, Sam berusaha memungut dirinya sendiri, yang tercecer di antara kehilangan dan harapan. Ini bukan tentang cinta semata, atau tentang musik yang kembali dimainkan. Ini tentang perjalanan berdamai: dengan masa lalu, dengan orang-orang yang tinggal lalu pergi, dan terutama... dengan diri sendiri. Karena tak semua kehilangan harus dilupakan. Beberapa hanya perlu diberi nama, dipeluk, dan akhirnya-dilepas, pelan-pelan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines