Separuh Jiwa dan Angga

Separuh Jiwa dan Angga

  • WpView
    LECTURES 53
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 4
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication lun., juin 8, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Ini adalah sebuah kisah cinta fiksi .Berbeda dengan kisah cinta kebanyakan, kisah ini berawal dari sebuah ketakutan,dan kebencian yang berakibat menjadi trauma yang disebabkan oleh Angga, sang anak yang pembully ,dan sombong terhadap adin, si anak pemalu dan penakut. Beranjak dewasa, kedua nya akhir nya memikirkan suatu hal yang sama. : Akan kah trauma ini dapat berubah menjadi sebuah rasa cinta? Akan kah adin dapat benar benar-memaafkan dan membalas cinta Angga?
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • Juan [REVISI]
  • Turned Into Love
  • Ketos Vs Adek Kelas
  • Menyembuhkan Trauma
  • Scond Life Fake Nerd
  • Menyerah atau Bertahan?
  • FRIEND OR LOVE
  • BECOME BEAUTY (END)
  • City After Rain

Cerita ini mengisahkan seorang siswa yang hidupnya penuh penderitaan, baik di sekolah maupun di rumah. Ia adalah seorang anak yang lugu, mudah sakit, dan terperangkap dalam masa hidup yang kelam. Di sekolah, ia selalu menjadi sasaran bullying. Teman-temannya menjauhinya, bahkan tak ada satu pun yang mau berteman dengannya. Setiap hari, ia merasa kesepian dan tak berdaya, terjebak dalam dunia yang penuh rasa sakit dan penghinaan. Di rumah, kondisi yang lebih buruk lagi menunggunya. Kedua orang tuanya tidak menunjukkan kasih sayang sama sekali. Alih-alih memberikan dukungan, mereka justru menyiksanya, baik secara fisik maupun emosional. Setiap kali ia mendapatkan nilai yang buruk, atau bahkan tidak mendapatkan nilai seratus, ia akan dihukum dengan tidak diberi makan dan terus disiksa. Kata-kata yang terlontar dari orang tuanya begitu menyakitkan, membuatnya merasa seperti anak yang tidak berguna dan tak pantas untuk dihargai. Kondisi ini membuatnya terpuruk dalam keputusasaan. Ia merasa hidupnya tidak berarti dan mulai berpikir untuk menyerah. Setiap kali dibuli atau disiksa, ia hanya pasrah dan tidak berdaya, seakan-akan dunia ini terlalu berat untuk ia hadapi. Ia tak pernah merasakan kehangatan keluarga yang seharusnya menjadi tempat pelindungnya. Ia selalu iri melihat kebahagiaan orang lain, namun dirinya tak pernah merasakannya. Di luar, wajahnya selalu datar, tak pernah ada senyum yang menghiasi wajahnya. Luka-luka fisik dan emosional yang ia alami menjadi beban berat yang membentuk dirinya menjadi sosok yang tertutup dan terpuruk. Ia hanya bisa bersembunyi di balik kesedihan, tak tahu harus bagaimana lagi untuk bertahan. Bagaimana kisahnya akan berlanjut? Akankah ada secercah harapan yang datang untuk mengubah hidupnya? Mari kita saksikan perjalanan hidupnya yang penuh dengan perjuangan dan air mata... cerita ini murni dari pikiran yana sendiri dan jangan plagiat!!

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu