Story cover for Dua Sembilan by Ruang_Pujuk
Dua Sembilan
  • WpView
    Leituras 395
  • WpVote
    Votos 4
  • WpPart
    Capítulos 8
  • WpView
    Leituras 395
  • WpVote
    Votos 4
  • WpPart
    Capítulos 8
Em andamento, Primeira publicação em mai 12, 2020
Lihatlah jarak di hari ini, di jalanan yang tak lagi lengang, ternyata kita semakin hilang, bangunan yang seakan memutuskan kita untuk tak lagi diperjuang. 

Lihatlah di tempat yang disaksikan orang-orang, berdekatan di satu hari adalah hari yang menemukan jarak temu di siring-siring jalan, 
Semesta tahu betapa kuatnya kita di dua sembilan disaksikan antara keramaian, 
Tanpa hitungan tiga terwujud di depan, 
Empat tahun yang tak pernah tangguh menjadikanmu aman. 

Lihatlah - di masa lalu masih ada aku yang tak pernah tangguh memeluk doa, memilih menjadi diksi di balik kaca.
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar Dua Sembilan à sua biblioteca e receber atualizações
ou
#232puisicinta
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
Aksara Tak Bertuan , de cahayakamila24
25 capítulos Concluída
Di sini, tak semua kata harus rapi, tak semua rasa harus dijelaskan. Aksara Tak Bertuan adalah kumpulan puisi yang menggambarkan segala yang terbuang, tersembunyi, dan terlupakan, dari luka yang memar, cinta yang tak pernah cukup, hingga amarah yang membakar jiwa. Di antara harapan yang terkikis, ada kejujuran yang sulit diungkapkan, korupsi yang merusak keadilan, dan sindiran tentang dunia politik yang kadang lebih mirip drama sinetron daripada kenyataan. 🎭 Dari ketidakpastian hingga kebenaran yang terlupakan, Aksara Tak Bertuan menyajikan sebuah kekacauan yang justru memberi kebebasan. Di sini, tidak ada yang terlalu lurus, tak ada yang terlalu indah, hanya kata yang menari liar, bebas dari aturan dan batas. Catatan penting: Jangan dijiplak, ya. Nanti aksaranya ngamuk, lompat dari kertas, terus nendang-nendang inspirasimu! 😜✨ Berkaryalah dengan hati, biar karyamu punya nyawa sendiri, bukan cuma bayangan dari karya orang lain. Kalau gagal? Nggak apa-apa, yang penting nggak nyontek! 💪 Disclaimer: Puisi ini random banget, tergantung isi hati, pemikiran, dan mood penulis. Jadi, kalau tiba-tiba ada puisi galau di tengah-tengah puisi yang lucu, jangan kaget! Penulisnya kadang nulis sambil merenung, kadang sambil ngemil mie instan. Hasilnya? Ya begini, aksara rasa bumbu spesial, dan ya... Kadang ada keresahan penulis soal dunia. Kadang ada tentang cinta, kadang ada tentang harga cabai naik, kadang juga ada tentang pemilu yang bikin pusing. 🤷‍♀️ Penulisnya bebas banget Kalau lagi galau, puisinya nangis. Kalau lagi lapar, puisinya ngomongin keadilan sosial buat semua perut! 🍜✊ Warning: Puisi ini isinya sangat berat, jadi yang baca jangan baperan, ya. Kalau tiba-tiba galau atau tersinggung, itu artinya puisinya kena di hati kamu. Jangan salahin penulisnya, salahin perasaanmu sendiri! 😜❤️ Apalagi kalau udah berbau agama atau politik, hati-hati kalau tiba-tiba merasa disindir. Ingat, ini puisi, bukan kode keras buat hidup kamu! 😉✨
Talvez você também goste
Slide 1 of 10
Cinta Tak Terbatas Waktu (On Going) cover
Sasmita Nivriti cover
Pro  cover
Kumpulan Puisi Inspiratif cover
Puisi 'tuk kau, Yang merindu cover
Rangkaian Kata (Completed) cover
[3] Aksara, Rasa, Asa | ✔ cover
KONSEKUENSI HATI cover
Dia Semesta cover
Aksara Tak Bertuan  cover

Cinta Tak Terbatas Waktu (On Going)

20 capítulos Em andamento

Seorang santriwati yang baru lulus dari sekolah sekaligus pesantrennya langsung diboyongkan oleh sang kakak laki-lakinya. Alisa memilih mencari pekerjaan untuk membantu keluarganya daripada berkuliah seperti teman-teman yang lainnya, meski dalam hati dirinya juga menginginkan hal tsb. "Mba Al.. semoga kamu bisa nyusul kita ya.." kata Intan teman Alisa. "Amin... Doain ya mba tan.." balas Alisa. Setelah hampir 2 bulan lulus, akhirnya ia pergi ke kota menemui Hesti tantenya,yang sedang bekerja disana. Pertama kali terjun didunia pekerjaan, menyesuaikan diri dengan lingkungan baru juga orang baru. "Ternyata kerja selelah dan letih ini, bagaimana dengan ayah dan bunda yang kerjanya diladang panas-panasan... Ya Allah lancarkanlah jalan hambamu ini untuk membahagiakan orang yang Alisa cintai dan sayangi" gumam Alisa sambil meminum tehnya di ruang keluarga Hesti. Gaji untuk seorang pemula masih belum seberapa, Alisa berniat cepat mendapatkan banyak uang untuk diberi ke keluarganya. Namun banyak rintangan dan lika-liku kehidupan yang diberi tuhan untuknya. Ekonomi, teman, keluarga, cinta dan spiritual menjadi satu. "Kamu siapa?" Tanya Alisa kepada seorang gadis yang duduk di ruang pemanggang roti sendirian. "Kamu lupa?" Balasnya malah bertanya kembali ke Alisa sambil menatap datar kearahnya.