Dua Sembilan

Dua Sembilan

  • WpView
    MGA BUMASA 404
  • WpVote
    Mga Boto 4
  • WpPart
    Mga Parte 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Mon, May 25, 2020
WpInfo
Tula
Lihatlah jarak di hari ini, di jalanan yang tak lagi lengang, ternyata kita semakin hilang, bangunan yang seakan memutuskan kita untuk tak lagi diperjuang. Lihatlah di tempat yang disaksikan orang-orang, berdekatan di satu hari adalah hari yang menemukan jarak temu di siring-siring jalan, Semesta tahu betapa kuatnya kita di dua sembilan disaksikan antara keramaian, Tanpa hitungan tiga terwujud di depan, Empat tahun yang tak pernah tangguh menjadikanmu aman. Lihatlah - di masa lalu masih ada aku yang tak pernah tangguh memeluk doa, memilih menjadi diksi di balik kaca.
All Rights Reserved
#91
puisiindah
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • Rangkaian Kata (Completed)
  • BERANDA GIRINDRA
  • About My Poem
  • Sasmita Nivriti
  • Renjana
  • Dia Semesta
  • • KECEWA ~
  • Pro
  • SajakSesak 2 [Arief Aumar]

Merindulah jika hati tak sanggup untuk berjauh, merindulah sampai hatimu menggebu ingin memanggil namaku. kau pantas merindu untuk hal-hal yang kau anggap peneduh. kau bisa saja pergi, kau bisa saja kembali itu terserah kepututusanmu. tapi rindu akan utuh dalam benakmu yg selalu sendu. "kita hitam dan putih tah seharusnya menyatu,pergilah cari warna yg bisa kau satukan"-kamu❤ Sedikit kata yang kurangkai dan kudedikasikan untuk seseorang yang pernah menetap bertahun-tahun lamanya, serta pergi tanpa di minta dan menyakiti tanpa diduga?

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman