RESHAKA

RESHAKA

  • WpView
    Reads 768
  • WpVote
    Votes 130
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 18, 2020
Gue baru ngerasain yang namanya jatuh cinta sejak gue SMK tepat di umur gue 15 tahun. Sebelumnya gue udah pernah pacaran tapi itu hanya sekedar status dan tidak ada yang namanya cinta. * * suatu hari Resha angkat bicara di keheningan CAFE TERSERAH, dengan nada seakan tidak bersalah "Rez, aku masih simpen foto mantan aku, dan gabisa ke hapus, udah masuk memori" (Rezka yang sedang asik meminum cappuccino keju sambil memain game mobile legend terdiam kaku.) Tanpa mikir panjang Rezka bicara dengan nada dinginnya sambil menarik handphone yang sedang Resha mainkan. "mana sini handphone nya. Liat" Resha menggumam *ish >>> Rezka sibuk mencari foto mantan gue "Percuma mau lo hapus foto nya juga gaakan bisa, gue udh bilang kan? UDAH KESIMPEN SENDIRI KE MEMORI! " ucap Resha tanpa memikir rasa cemburu Rezka. #<3
All Rights Reserved
#982
anaksma
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sahabat atau Pacar [TAMAT]
  • AUZAN!! SELESAI!
  • Double Crush
  • Menyimpan Rasa (END)
  • Puisi Kegagalan
  • NYAMAN [Proses Revisi]
  • Inikah Cinta?
  • My Sweet Lσ‎‎ve
  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]

[BELUM DI REVISI] So, typo masih berserakan~ About, dua pilihan yang sulit ditentukan. --------------------------------------------------- "Gue nggak mau basa basi" Rehan memalingkan wajahnya. "Gini aja.. Gue kasih pilihan buat lo. Gue atau Rendy?" "Emangnya salah gue apa sih sampe lo kayak gini?" Fix, gue nangis sekarang. Gue tau apa salah gue. Tapi sampe melampaui batas apakah kesalahan gue sampai sampai Rehan kayak gini ke gue? "Lo tanya salah lo apa, apa nggak bisa intropeksi diri yah?!" Mendengar kalimat itu keluar dari bibir Rehan, semua badan gue gemeteran. Entah karena nada suaranya yang meninggi ataupun auranya yang seolah ingin menerkam gue sebagai mangsanya. Gue mencoba menetralkan semua badan gue yang gemeteran dan menyeka air mata yang udah nggak kehitung lagi jumlahnya. Diam sejenak. "Kalo lo mau jawaban dari gue, gue nggak bisa jawab. DAN GUE NGGAK BISA MILIH" Ucap gue dengan penuh penekanan. ®2019

More details
WpActionLinkContent Guidelines