RAPUH
  • WpView
    Reads 302
  • WpVote
    Votes 110
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 10, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Aku Karin. Aku tidak seperti gadis lain yang hidup bahagia bersama orang tuanya. Aku tak seberuntung mereka. Kebencian adalah teman setiaku. Aku hidup bersama kebencian mereka. Tidak ada kasih sayang barang sedikitpun. Aku sudah cukup sabar untuk semua ini. Tapi rasa sabarku kian menipis. Bolehkah aku mengeluh Tuhan? Aku lelah,muak. Aku ingin istirahat dengan tenang.
All Rights Reserved
#11
imoke
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Moon
  • MISSHELLA ✔
  • ANCABAKA [TERBIT]
  • ALVIN (On Going)
  • Menyerah atau Bertahan?
  • AKU DAN CERITAKU
  • Karamel [Completed]
  • ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat
  • Laut Kelabu [Selesai]

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines