Na-update namin ang aming Mga Alituntunin sa Nilalaman.
Suriin ang pinakabagong mga alituntunin para patuloy na makapagbahagi ng mga kuwento nang ligtas.
Matuto pa
Psychopath Boyfriend

Psychopath Boyfriend

  • WpView
    MGA BUMASA 27
  • WpVote
    Mga Boto 0
  • WpPart
    Mga Parte 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Fri, May 15, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
[Follow author untuk mendukung karya author lainnya ♥️] Disa menjalin hubungan dengan pria ramah dan lembut yang tidak sengaja ditemuinya disebuah kafe. Namun Disa tidak sadar bahwa ternyata pemuda bernama Sean itu seorang psychopath. Namun apa yang membuat Sean begitu terobsesi dengan Disa? *** "Jangan pernah kau lari dariku. Kamu milikku.* -Sean
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Cuddling Myself
  •  Kekasih Simpanan Uncle
  • Chain of Desire [REVISI]
  • SEAN'S(Completed)
  • Psycho #MILER2 (TELAH TERBIT)
  • Psychopath Fiance [END]
  • The Devil
  • Possession in Disguise

"Aku mau tidur sama Kakak!" teriak gue sebelum laki-laki itu pergi dari kamar ini. Ya katakanlah gue udah gila karena nerima tawaran buat tidur sama dia gitu aja. Terus apa yang gue dapet? Sudut bibir laki-laki itu tertarik ke atas. Hanya dengan matanya, gue sudah ngerasa dilucuti lewat tatapan tajam dia itu. "Sebucin itu lo sama gue?" tanya dia sambil mandang remeh ke arah gue. "Kakak ngasih pilihan..." menjeda pelan, gue neguk ludah kasar. "Dan pilihan aku adalah tidur sama Kakak," lanjut gue. Terserah dia mau bilang apa, yang penting gue juga dapet apa yang gue mau. Laki-laki bertubuh jakung dengan badan proposional itu berjalan ke arah gue yang sekarang lagi duduk di tepi ranjang. Tubuhnya membungkuk, memajukan wajahnya hingga membuat tubuh gue sontak mundur ke belakang. Namun tangan laki-laki itu justru nahan punggung gue. Mata gue melotot waktu ngerasain tangannya bergerak mengelus pelan punggung gue, dengan wajahnya yang semakin maju. Gue bahkan sudah nahan napas saking ngga siapnya dengan sikap dia itu. Jantung gue berdebar kencang seakan lagi ada pesta di dalam sana. "Lo tahu tidur yang gue maksud, ngga akan seindah tidur yang lo impikan." Dan gue tahu, sedari awal gue ngga pernah nyesel sama pilihan gue. Karena kehilangan dia, jauh lebih buruk dari pada penyesalan yang menanti di ujung sana. ••••••••• Story Written by Glynis Awnthera October 9th, 2020

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman